BKKBN uji coba gerakan KB MKJP di Babel

BKKBN uji coba gerakan KB MKJP di Babel

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Republik Indonesia menggelar uji coba pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna menekan pertumbuhan penduduk di tengah pendemi COVID-19 di Pangkalpinang, Senin (1/2/2021). (ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Republik Indonesia menggelar uji coba pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna menekan pertumbuhan penduduk di tengah pandemi COVID-19 di daerah itu.

"Pelayanan KB MJKP ini lebih efektif dan aman dalam menekan laju pertumbuhan penduduk," kata Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono usai mengunjungi uji coba pelayanan KB MKJP di Puskesmas Air Itam Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan pelayanan KB MKJP ini digelar karena dinilai lebih efektif untuk mengatur kehamilan dan kelahiran anak, sehingga laju pertumbuhan penduduk dengan ekonomi lebih selaras di tengah pandemi COVID-19.

"Kita bersyukur uji coba KB MKJP ini diminati masyarakat Pangkalpinang dan ini terlihat dari antusias ibu-ibu mengikuti layanan pemasangan implan, IUD, dan MOW," ujarnya.

Baca juga: Presiden minta BKKBN sosialisasikan ketahanan keluarga secara utuh

Ia menilai metode kontrasepsi jangka panjang lebih efektif dibandingkan dengan jangka pendek, seperti kondom, pil, dan suntik sehingga dapat memicu laju peningkatan angka kehamilan dan kelahiran anak.

"Biasanya KB jangka pendek, seperti pil ini, orang suka lupa, dan juga suntik masa pendek dan harus suntik lagi, kalo orang lupa nanti gagal KB-nya," katanya.

Ia mengatakan kemauan orang untuk pemakaian kontrasepsi kondom juga relatif kurang.

Oleh karena itu, BKKBN lebih memfokuskan layanan KB MJKP ini mulai IUD , implan yang lebih permanen lagi MOW, tubektomi.

"Kalau bapak-bapak vasektomi ini jangka panjang dianggap lebih efektif dan lebih aman tidak ada lupa lagi," katanya.

Baca juga: BKKBN: 12 persen kehamilan di Indonesia tak terencana
Baca juga: Kepala BKKBN sebut ketahanan pangan tentukan kualitas SDM
Pewarta : Aprionis
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021