Wali Kota Semarang: Kapasitas pompa pengendali banjir harus ditambah

Wali Kota Semarang: Kapasitas pompa pengendali banjir harus ditambah

Foto udara Bendung Gerak Kanal Banjir Barat (KBB) yang telah selesai dibangun oleh Kementerian PUPR di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2020). ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut kapasitas pompa-pompa air pengendali banjir di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah itu harus ditambah karena sudah tidak mampu mengimbangi perkembangan iklim yang luar biasa.

"Kapasitas yang dipunyai saat ini hanya cukup untuk mengantisipasi limpahan air kalau curah hujannya seperti 2013 lalu," kata wali kota yang akrab disapa Hendi itu di Semarang, Minggu.

Perkembangan iklim yang luar biasa, kata dia, terlihat dari curah hujan ekstrem yang menyebabkan banjir pada Sabtu (6/2).

"Harus ditambah supaya mampu membuang air yang berada di kawasan perkotaan," ujarnya.

Evaluasi lain dari banjir yang melanda Semarang, menurut dia, rehabilitasi drainase yang dinilai sudah tidak mampu menampung air dengan curah hujan ekstrem.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut akan menjadi program prioritas ke depan, di samping normalisasi sungai dan pembangunan tanggul laut yang dilaksanakan Kementerian PUPR.

Baca juga: Ganjar mendapati pompa penyedot banjir tidak difungsikan saat inspeksi

Ia menambahkan kondisi terkini banjir yang melanda Kota Semarang, sejumlah kawasan dipastikan sudah surut.

Baca juga: BMKG perpanjang peringatan dini hujan lebat wilayah Jawa Tengah

Adapun wilayah yang masih tergenang, kata dia, ketinggiannya sudah tidak setinggi pada Sabtu (6/2).

Baca juga: Sejumlah wilayah di Semarang masih tergenang banjir

Pemkot Semarang mencatat 27 titik tanah longsor dan 29 titik banjir akibat cuaca buruk itu.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021