Rektor, Wakil Rektor, Dekan USK Banda Aceh positif terinfeksi COVID-19

Rektor, Wakil Rektor, Dekan USK Banda Aceh positif terinfeksi COVID-19

FOTO ARSIP - Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Samsul Rizal (tengah) saat melakukan tes swab massal terkait COVID-19 di Banda Aceh, Kamis (4/6/2020). (FOTO ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) - Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Samsul Rizal bersama Wakil Rektor dan seorang Dekan di perguruan tinggi itu dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19) namun tetap beraktivitas dari rumah sembari menjalani isolasi mandiri.

Ketua Satgas COVID-19 USK Prof Marwan, Senin, di Banda Aceh mengatakan rektor terinfeksi bersamaan dengan Wakil Rektor IV Prof Hizir dan Dekan Fakultas Teknik Dr Taufik Saidi berdasarkan hasil uji sampel usap PCR (polymerase chain reaction) pada 6 dan 7 Februari 2021.

“Kondisi beliau-beliau ini dalam keadaan baik dan saat ini cukup menjalani isolasi mandiri serta tetap beraktivitas seperti biasa dengan bekerja dari rumah,” katanya.

Sebab itu, kata dia, siapapun yang berkontak erat dengan tiga petinggi kampus itu dalam tiga hari terakhir untuk dapat segera melakukan uji sampel usap atau isolasi mandiri di rumah selama sepekan.

“Sebelum ini sejumlah kolega kita juga telah terpapar positif COVID-19 sehingga jumlah total kasus positif COVID-19 di USK adalah 141 orang sejak Maret 2020,” katanya.

Baca juga: Rektor positif COVID-19, ITS larang dosen ke luar kota

Baca juga: Tanpa gejala, Rektor IPB University Prof Arif Satria positif COVID-19


Baca juga: Rektor USU isolasi mandiri dinyatakan positif COVID-19

Terkait dengan aktivitas kampus, kata Marwan, diharapkan juga dapat berjalan dengan baik. Apalagi pembelajaran semester genap 2020/2021 direncanakan mulai pada Senin (15/2) mendatang di mana sebagian perkuliahan atau praktikum akan berlangsung secara tatap muka dan secara daring.

Menurut dia pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan. Di antaranya membuat masyarakat harus terbiasa dengan suasana kenormalan baru dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau kepada dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan agar dapat menjaga diri sebaik mungkin dari wabah ini,” katanya.

Caranya adalah dengan membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas jika tidak terlalu mendesak, demikian Marwan.

Baca juga: Singkatan Universitas Syiah Kuala diganti jadi USK

Baca juga: Satu dosen Pertanian Unsyiah positif terpapar COVID-19


Baca juga: Unsyiah bagikan dua ribuan hand sanitizer untuk masyarakat

Baca juga: Unsyiah usulkan Aceh segera isolasi terbatas COVID-19
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021