Bupati Badung ajak masyarakat patuhi protokol kesehatan saat Imlek

Bupati Badung ajak masyarakat patuhi protokol kesehatan saat Imlek

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. ANTARA/HO-Humas Badung/fik.

Badung (ANTARA) - Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh umat dan masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek 2021 di.wilayah tersebut untuk terus mematuhi berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

"Kami berharap seluruh masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek ini agar mematuhi kebijakan yang berlaku sehingga Bali, khususnya Badung dapat segera bangkit dari Pandemi COVID-19," ujar Bupati I Nyoman Giri Prasta di Mangupura, Kamis.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 944/442/Setda tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan dan Desa Adat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Badung.

Surat Edaran tersebut berisi sejumlah poin salah satunya mengatur pelaksanaan upacara adat dan keagamaan agar memperhatikan pembatasan jumlah pelaksana upacara.

Dalam Surat Edaran tersebut, setiap pelaksanaan kegiatan juga wajib melapor dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas penanganan COVID-19 pada semua tingkatan, baik desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten.
Baca juga: Warga Bali keturunan Tionghoa adakan ritual pembersihan patung dewa

Baca juga: Jelang Imlek Jeruk Bali marak di jual di Bandarlampung


"Pelaksanaan ibadah umat agama dibatasi kehadirannya maksimal 50 orang, tanpa adanya kegiatan tambahan seperti resepsi, syukuran dan kegiatan sejenis lainnya," katanya.

Bupati I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa juga mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2572 bagi seluruh masyarakat Badung yang merayakannya.

"Kepada masyarakat kami keturunan etnis Tionghoa yang merayakannya, kami ucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2572," ungkapnya.

Ia berharap, perayaan Tahun Baru Imlek di tengah pandemi COVID-19 dapat menjadi momentum untuk introspeksi dan evaluasi diri serta menghayati arti penting kebersamaan, persatuan, dan kedamaian.

"Mari jadikan perayaan ini sebagai momentum untuk mempererat rasa kebersamaan dan kehidupan kebangsaan di daerah ini, sehingga jadi lebih harmonis, penuh ikatan persaudaraan, dan saling berbagi kasih sayang satu sama lain," ujar Bupati Giri Prasta.

Baca juga: Jakpus batasi kapasitas klenteng dan wihara saat Imlek

Baca juga: Masih pandemi, pengunjung perayaan Imlek di Aceh dikurangi 20 persen

 
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021