Rasio elektrifikasi di Flores Timur-Lembata capai 100 persen

Rasio elektrifikasi di Flores Timur-Lembata capai 100 persen

Ilustasi - Seorang petugas dari PLN Unit Induk Wilayah NTT didampingi warga saat menyalahkan meteran listrik di rumah yang tersambung jaringan listrik PLN.

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur mencatat rasio elektrifikasi listrik di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata sudah mencapai 100 persen dengan total kepala keluarga berlistrik di dua kabupaten itu sebanyak 101.768 KK.

"Peningkatan rasio elektrifikasi ini seiring dengan semakin bertambahnya desa-desa yang dialirkan listrik baik dari PLN maupun yang bukan PLN," kata General Manager PT PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis.

Dengan demikian maka sudah tiga wilayah di NTT yang tingkat rasio elektrifikasinya mencapai 100 persen yakni Flores Timur, Lembata, dan Kota Kupang.

Jumlah KK berlistrik di dua kabupaten bertetangga yang berada di wilayah ujung timur Pulau Flores itu masing-masing di antaranya Flores Timur sebanyak 64.243 KK dari total 65.809 KK dan Lembata memiliki jumlah KK berlistrik sebanyak 37.525 KK dari total 37.645 KK.

Agustinus mengatakan  akan terus meningkatkan rasio elektrifikasi pada 19 kabupaten lain di NTT dengan menggenjot pembangunan listrik ke desa-desa.

Ia mengakui menghadapi kondisi medan geografis yang cukup menantang terutama saat membangun jaringan listrik ke desa terpencil yang sulit dijangkau dengan kendaraan.

"Namun demikian tantangan tersebut sejauh ini bisa teratasi berkat kerja keras petugas kami di lapangan," katanya.

Pihaknya mencatat tingkat rasio elektrifikasi secara keseluruhan di NTT juga terus bergerak naik mencapai 87,31 persen per Februari 2021 dari sebelumnya pada April 2020 sebesar 86,36 persen.

Rasio elektrifikasi di NTT ditargetkan mencapai 100 persen pada 2021 sehingga semua desa bisa menikmati listrik untuk mendorong peningkatan pembangunan di sektor ekonomi, pendidikan, dan lainnya, katanya.***1***
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021