Dikti apresiasi upaya UNS lakukan penelitian baterai lithium

Dikti apresiasi upaya UNS lakukan penelitian baterai lithium

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam saat meninjau penelitian, pengembangan dan produksi baterai lithium di Universitas Sebelas Maret (UNS), Jawa Tengah, Jumat (19/2). (ANTARA/HO- Humas Dikti)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam mengapresiasi upaya yang dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam penelitian, pengembangan dan produksi baterai lithium.

“Baterai lithium ini merupakan komponen penting dalam pengembangan berbagai moda transportasi yang ramah lingkungan,” ujar Nizam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kemendikbud: Kedaireka wadah kolaborasi kampus dan industri

Terkait permasalahan hilirisasi produk baterai lithium, Nizam menyarankan untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pendanaan maupun platform yang disediakan oleh Kemendikbud untuk pengembangan maupun hilirisasi produk-produk reka cipta perguruan tinggi.

“Kemendikbud menyediakan platform Kedaireka untuk mempertemukan hasil-hasil reka cipta perguruan tinggi dengan investor dari industri. Selain itu, ada juga Matching Fund yang dapat digunakan sebagai dana pendamping pengembangan reka cipta. Fasilitas-fasilitas ini silakan diakses dan digunakan," jelas Nizam.

Dalam kunjungannya ke UNS, Jawa Tengah, Nizam juga menyempatkan diri melihat proses konversi sepeda konvensional menjadi sepeda listrik. Terdapat puluhan sepeda konvensional yang dikonversi menjadi sepeda listrik oleh mahasiswa UNS. Proses konversi itu dilakukan dengan melakukan penambahan komponen penggerak yang ditenagai oleh baterai lithium UNS.

Peneliti senior UNS, Agus Purwanto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya yang melimpah untuk bahan produksi katoda dan anoda yang sangat penting dalam produksi baterai lithium. Penelitian baterai lithium sudah berjalan sejak tahun 2012.

Baca juga: Ditjen Dikti dorong lahirnya perusahaan rintisan melalui Kedaireka

Baca juga: Luhut: 2023 pabrik baterai litium sudah bisa beroperasi

Baca juga: Luhut: Hilirisasi nikel jadikan Indonesia pemain utama baterai lithium

“Saat itu terdapat proyek Molina (Mobil Listrik Nasional), UNS mendapat tugas untuk meneliti dan mengembangkan baterainya. Berbagai kebutuhan baterai untuk kendaraan listrik, baik sepeda, motor maupun mobil sudah bisa dikembangkan oleh UNS,” kata Agus.

Namun demikian, kendala yang saat ini dihadapi dalam pengembangan baterai lithium ini adalah belum ada investor untuk produksi massal baterai lithium.

Pewarta : Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021