Damkar kerahkan 20 pompa sedot banjir di Cipinang Melayu

Damkar kerahkan 20 pompa sedot banjir di Cipinang Melayu

Warga tidur di tempat yang aman dari banjir saat relawan dari Dompet Dhuafa mengevakuasi warga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mengerahkan 20 unit pompa portabel untuk menyedot banjir yang terjadi di RW04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat sore.

"Sementara ini kita kerahkan 20 unit pompa dari TKP dibuang ke Kalimalang karena lokasinya berdekatan di seberang jalan," kata Kepala Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan di Jakarta.

Baca juga: Petugas terapkan protokol kesehatan saat evakuasi korban banjir

Sebanyak 20 unit pompa yang dikerahkan masing-masing berkapasitas 3.000 meter per kubik, 6.000 meter per kubik dan 10.000 meter per kubik.

Pompa tersebut terpasang di masing-masing bak mobil petugas damkar yang terpasang di jalan sisi selatan Kali Malang dekat Cipinang Indah Mal.

Satriadi mengatakan proses penyedotan air melibatkan sejumlah petugas sebagai operator mesin pompa.

Baca juga: Kontur tanah cekung, Jalan Letjen Suprapto sempat tergenang 20 cm

Masing-masing pompa dipasang selang yang dibentangkan dari permukiman penduduk mengarah ke Kalimalang untuk pembuangan air.

"Total ada 50 petugas damkar yang melakukan evaluasi banjir di sini," katanya.

Salah satu warga RW04 Cipinang Melayu, Erwan (52) mengatakan banjir di lingkungan setempat perlahan surut sekitar pukul 17.00 WIB.

"Tadi tinggi air sampai satu meter lebih. Banjirnya sudah dari Subuh. Sekarang sudah mulai surut, sekitar 60 sentimeter," katanya.

Namun warga sekitar masih mengkhawatirkan  banjir susulan mengingat  cuaca  diprediksi masih  hujan lebat.

Baca juga: 21 wilayah Jakarta berpotensi banjir imbas hujan deras

"Kalau ada air kiriman lagi di hulu Kali Sunter, pasti bakal banjir lagi. Padahal biasanya aman karena sudah ada Waduk Tiu," katanya.

Warga meninggal
Seorang warga di RW04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, dilaporkan meninggal dunia akibat sakit saat rumahnya terendam banjir.

"Memang nenek saya ini enggak bisa gerak, gak bisa makan juga, terus ada penyakit gula juga," kata cucu almarhumah, Febri (25).

Almarhumah atas nama Maryati (80) meninggal dunia saat sedang terbaring sakit di lantai dua rumahnya.

"Tadi pagi emang udah gak bisa jalan. Terus dipanggil ke atas, sudah meringis kesaktian, tapi minta minum, pas diberi minum ternyata sudah meninggal," katanya.

Jenazah almarhumah dievakuasi sejumlah petugas Damkar menggunakan perahu karet menuju persemayaman di Aula Universitas Borobudur.

"Nanti mau dibawa ke rumah anak pertamanya di Cimanggis sebelum dimakamkan," katanya.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021