CDC: Guru dapat berperan dalam penularan COVID-19 di sekolah

CDC: Guru dapat berperan dalam penularan COVID-19 di sekolah

Murid sekolah melakukan uji usap COVID-19 mandiri untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di kelas mereka di Akademi Katolik Boston Selatan di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (28/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Allison Dinner/AWW/djo (REUTERS/ALLISON DINNER)

Bengaluru (ANTARA) - Guru mungkin memainkan peran penting dalam penularan COVID-19 di sekolah-sekolah, ujar Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada Senin, mengutip sebuah studi di sekolah dasar distrik sekolah Georgia yang penggunaan masker dan jaga jarak terkadang tidak memadai.

Laporan itu muncul setelah para peneliti dari lembaga tersebut bulan lalu mengatakan hanya ada sedikit bukti bahwa sekolah menyebarkan infeksi COVID-19 di negara itu - sebagian berdasarkan penelitian sekolah di Wisconsin - mengurangi kekhawatiran tentang mengizinkan pembelajaran secara langsung.

Studi Wisconsin menemukan penyebaran virus yang secara signifikan lebih rendah di dalam sekolah dibandingkan dengan penularan di komunitas sekitarnya.

Investigasi Georgia yang melibatkan sekitar 2.600 siswa dan 700 anggota staf sekolah dasar distrik sekolah menunjukkan sembilan kelompok kasus COVID-19 yang melibatkan 13 pendidik dan 32 siswa di enam sekolah dasar, kata CDC.

Baca juga: Bulan pertama vaksinasi Pfizer, Moderna di AS tak ada masalah keamanan
Baca juga: Biden akan kunjungi pabrik Pfizer saat AS minta lebih banyak vaksin


Laporan CDC menemukan bahwa siswa duduk dengan jarak kurang dari 3 kaki, dan penggunaan masker yang tidak memadai berkontribusi penyebaran COVID-19 dalam beberapa kasus.

CDC juga melaporkan bahwa siswa makan siang di ruang kelas, bisa meningkatkan penyebaran COVID-19.

"Temuan ini menunjukkan bahwa pendidik dapat memainkan peran penting dalam penularan di sekolah dan penularan di sekolah dapat terjadi ketika jarak fisik dan kepatuhan masker tidak optimal," kata laporan itu.

Dari jumlah tersebut, dua kelompok melibatkan kemungkinan transmisi guru-ke-guru yang diikuti oleh transmisi guru-ke-siswa di ruang kelas, badan tersebut mengatakan dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Kematian.

Transmisi dari guru mengakibatkan sekitar setengah dari 31 kasus terkait sekolah, menurut penyelidikan.

Studi tersebut memiliki beberapa batasan termasuk kesulitan dalam menentukan apakah penularan virus corona terjadi di sekolah atau di luar komunitas lokal, badan tersebut mencatat.

Membedakan antara dua jenis penularan itu sangat menantang ketika jumlah rata-rata kasus 7 hari per 100.000 orang melebihi 150, kata badan tersebut.

CDC mengatakan vaksinasi COVID-19 untuk pendidik harus dipertimbangkan sebagai langkah mitigasi tambahan yang akan dicantumkan jika tersedia, meskipun tidak diperlukan untuk membuka kembali sekolah.

Orang Amerika mungkin masih perlu memakai masker pada 2022 bahkan ketika negara itu melonggarkan batasan lain untuk memerangi COVID-19, ujar Dr.Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat (AS), mengatakan pada Minggu.

Sementara tingkat infeksi harian turun secara dramatis, ribuan orang Amerika masih meninggal setiap hari akibat virus, dan kurang dari 15 persen populasi AS telah divaksinasi untuk melawannya. 

Presiden Joe Biden mencoba mempercepat kampanye untuk memvaksin sebagian besar orang dewasa Amerika karena pemerintah daerah menuntut lebih banyak dosis untuk mencegah penyakit yang sangat menular yang telah merenggut hampir 500.000 nyawa di Amerika Serikat.

Sumber : Reuters

Baca juga: Fauci: Orang Amerika masih butuh masker untuk lawan COVID pada 2022
Baca juga: Korban jiwa COVID di AS sudah hampir 500.000 orang


 
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021