Untuk pembiayaan pandemi, lelang sukuk tambahan serap Rp7 triliun

Untuk pembiayaan pandemi, lelang sukuk tambahan serap Rp7 triliun

Dokumentasi - Nasabah membeli Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui aplikasi BNI Mobile Banking di Jakarta, Senin (4/11/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp7 triliun dari lelang tiga seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara tambahan dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp7,47 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan lelang ini untuk memenuhi pembiayaan penanganan pandemi dalam APBN.

Pemerintah memenangkan seluruh penawaran masuk untuk seri PBS029 sebesar Rp1,76 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,60941 persen.

Untuk seri PBS004, pemerintah juga memenangkan seluruh jumlah penawaran masuk sebesar Rp2,18 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,52 persen.

Untuk seri PBS028, pemerintah memenangkan Rp3,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,12381 persen dari penawaran masuk Rp3,53 triliun.

Baca juga: Lelang sukuk serap Rp4,9 triliun

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari sukuk negara selama Januari-Februari 2021 mencapai Rp55,9 triliun.

Lelang tambahan sukuk ini dilakukan pemerintah di luar jadwal rutin, karena rendahnya penawaran yang masuk dari lelang sukuk pada Selasa (24/2/2021) yaitu hanya sebesar Rp24,23 triliun.

Dari lelang enam seri sukuk tersebut, pemerintah menyerap dana Rp4,9 triliun. Realisasi lelang ini jauh di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp12 triliun.

Baca juga: Lelang enam seri sukuk negara serap Rp12 triliun
Baca juga: Lelang sukuk negara tambahan serap Rp7 triliun
Pewarta : Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021