Kemarin, insentif perumahan resmi berlaku sampai soal Tiktok cash

Kemarin, insentif perumahan resmi berlaku sampai soal Tiktok cash

Pengendara motor melintas di depan spanduk yang memuat materi promosi pembelian mobil dengan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) di depan diler Toyota Auto2000, Malang, Jawa Timur, Senin (1/3/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Senin (1/3) mulai dari Pemerintah resmi berlakukan insentif kendaraan bermotor dan perumahan hingga Satgas Waspada Investasi hentikan Tiktok Cash dan Snack Video.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca kembali.

1. Pemerintah resmi berlakukan insentif kendaraan bermotor dan perumahan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi memberlakukan pemberian relaksasi atau insentif pajak untuk pembelian kendaraan bermotor dan perumahan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi.

Berita selengkapnya klik di sini

2. Sri Mulyani: RI perkuat kerja sama internasional untuk capai pemulihan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia akan memperkuat kerja sama internasional dalam rangka mencapai pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19.

Berita selengkapnya klik di sini

3. Waspada, BPS: Laju inflasi melambat, pandemi terus bayangi ekonomi RI

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pergerakan laju inflasi yang melambat pada awal 2021 masih dipengaruhi oleh dampak pandemi COVID-19 kepada perekonomian.

Berita selengkapnya klik di sini

4. Menperin keluarkan keputusan 21 tipe kendaraan dapat PPnBM DTP

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah ditanggung oleh Pemerintah pada Tahun Anggaran 2021.

Berita selengkapnya klik di sini

5.Satgas Waspada Investasi hentikan Tiktok Cash dan Snack Video

Satgas Waspada Investasi (SWI) menghentikan aplikasi Tik Tok Cash yang menawarkan pemberian uang kepada penggunanya hanya dengan memperbanyak penonton dari video di sebuah platform yang berpotensi merugikan pemakainya.

Berita selengkapnya klik di sini

 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021