ACT Madiun salurkan bantuan pangan bagi pemulung TPA Winongo

ACT Madiun salurkan bantuan pangan bagi pemulung TPA Winongo

Perwakilan ACT Madiun menyerahkan bantuan pangan berupa beras wakaf dan peralatan mandi kepada para pemulung sampah di TPA Winongo, Kelurahan Wonongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Kamis (18/3/2021). (Antara/HO-ACT Madiun)

Madiun (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Madiun menyalurkan bantuan pangan bagi puluhan pemulung sampah yang bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo Kota Madiun, Jawa Timur.

Staf Program ACT Madiun Aferu Fajar mengatakan bantuan yang diberikan tersebut berupa beras wakaf dan peralatan mandi.

"Pemberian bantuan ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran para pekerja di TPA Winongo. Setidaknya dengan penghasilan setiap hari yang tidak seberapa, bisa mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pangan dan sehari-hari," ujar Aferu Fajar di Madiun, Kamis.

Menurut dia, pemberian bantuan pangan tersebut merupakan salah satu program Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN) yang diinisiasi oleh ACT. Program itu merupakan salah satu upaya ACT untuk membantu membangkitkan bangsa yang tergoncang karena pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai.

Baca juga: ACT beli gabah petani Blora dengan harga di atas pasaran

Baca juga: ACT Purwokerto bantu pedagang korban kebakaran Pasar Kota Banjarnegara


Bantuan diberikan kepada para pekerja yang terkena PHK, penurunan pendapatan, dan para warga yang merasakan mahalnya harga pangan di pasaran.

Sementara, para pemulung sampah di TPA Winongo sangat antusias dengan bantuan tersebut. Ada sekitar 45 pemulung yang menerima bantuan pangan tersebut.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak ACT yang telah peduli terhadap para pekerja dan pemulung di TPA Winongo. Insya Allah bantuan yang diberikan tepat dan dimanfaatkan oleh mereka yang memang membutuhkan," kata Penanggung Jawab TPA Winongo Budi.

TPA Winongo merupakan satu-satunya TPA yang menampung sampah warga Kota Madiun. Per tahunnya, kurang lebih 130 ton sampah masuk ke pembuangan akhir tersebut.

Hingga saat ini terdapat tujuh gunungan besar sampah. Selain dilakukan pemilahan antara sampah organik dengan anorganik, sampah-sampah tersebut juga didaur ulang menjadi gas metan sebagai bahan bakar alternatif.*

Baca juga: ACT Purwokerto luncurkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional

Baca juga: Insentif PPnBM, harga Wuling Confero berkurang hingga Rp11,5 juta
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021