IDI ingatkan Anda jaga asupan gizi seimbang makanan yang disantap

IDI ingatkan Anda jaga asupan gizi seimbang makanan yang disantap

Ilustrasi - Diet rendah karbohidrat. ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih mengingatkan supaya masyarakat menjaga keseimbangan asupan gizi pada makanan yang disantap termasuk di masa pandemi COVID-19 saat ini.

"Jangan terlalu banyak menyimpan mi instan, membeli makanan cepat saji, makanan yang digoreng, perhatikan keseimbangan gizi. Jangan lihat praktisnya saja, pertimbangkan zat gizinya, keseimbangan makronutrien dan mikronutrien termasuk yang membantu penyerapan di saluran cerna," kata dia dalam sebuah konferensi pers daring, Kamis.

Daeng mengatakan, pentingnya Anda menjaga asupan gizi salah satunya untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan daya tahan tubuh khususnya anak.

Baca juga: Selain vaksinasi, cegah kena COVID-19 dengan perkuat daya tahan tubuh

Baca juga: Daya tahan tubuh anak berawal dari pencernaan sehat


Penelitian menunjukkan, sistem kekebalan tubuh sangat berhubungan dengan saluran pencernaan. Hal ini bisa terjadi karena saluran pencernaan yang baik memungkinkan penyerapan nutrisi dalam tubuh bisa dilakukan dengan baik, yang pada akhirnya membuat daya tahan tubuh menjadi lebih baik.

Tubuh dan pikiran yang sehat, ditambah melakukan kepatuhan dalam tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak dalam pergaulan sehari-hari, akan membuat anak semakin siap menangkal serangan COVID-19.

"Daya tahan tubuh anak berkaitan erat dengan pemberian nutrisi harian dan pola pengasuhan keluarga. Tentunya kesehatan keluarga ini juga tidak terlepas dari peran para dokter yang ada dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan terhadap keluarga, termasuk untuk anak-anak," ujar Daeng.

Dalam kesempatan itu, chef Devina Hermawan berbagi resep makanan sehat untuk Anda dan keluarga, yakni "Creamy Baked Broccoli and Potato Cheese".

Bahan yang dibutuhkan antara lain: bawang bombay, minyak, bawang putih, butter, terigu, kentang, susu cair, keju dan telur.

Untuk membuatnya, tumis bawang bombay dengan minyak sampai wangi, setelahnya masukkan bawang putih, butter, terigu.

"Kita tidak menumis menggunakan butter karena bisa cepat gosong," kata Devina.

Kemudian, masukkan kentang, susu cair, tambahkan brokoli, air sampai mengental. Apabila sudah mengental, matikan api lalu campurkan keju atau telur. Pangang 10-12 menit di suhu 200 derajat Celcius.

Baca juga: IDI paparkan tiga aspek cegah penularan penyakit saat pandemi

Baca juga: Tips penuhi kebutuhan vitamin harian untuk jaga daya tahan tubuh

Baca juga: Pasien OTG COVID-19 tetap perlu tingkatkan daya tahan tubuh
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021