Muzani tanggapi santai elektabilitas Gerindra turun

Muzani tanggapi santai elektabilitas Gerindra turun

Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menanggapi secara santai terkait turunnya elektabilitas partainya dari sejumlah hasil survei.

Menurut dia, naik atau turun elektabilitas partai dari hasil lembaga survei merupakan hal yang biasa.

"Tidak apa-apa, itu kan biasa di survei, terus menerus mengalami situasi naik-turun seperti itu. Bahkan jadi sesuatu yang biasa," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Muzani mengatakan, penurunan elektabilitas partai dari hasil survei bukan masalah serius namun dirinya justru penasaran apa yang menjadi penyebabnya.

Karena itu dia ingin mempelajari hasil survei tersebut untuk mengetahui penyebab elektabilitas Gerindra turun dari hasil survei.

"Kami menganggapnya sebagai sebuah hal yang juga harus jadi perhatian kami di partai supaya partai mengalami perbaikan-perbaikan gerakan," ujarnya.

Muzani mengatakan, berdasarkan survei internal Gerindra, elektabilitas partainya masih menunjukkan hasil yang positif.

Sebelumnya, survei Lembaga Pendidikan, Penelitian, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menyebutkan bahwa jika Pemilu dilaksanakan saat ini, partai politik paling banyak dipilih responden adalah PDIP (24 persen), Partai Demokrat (11,3 persen), Gerindra (9 persen), Golkar (7,4 persen), dan PKS (6 persen).

Namun masih terdapat sepertiga pemilih belum terbuka dengan pilihannya.

Survei tersebut menggunakan sampel ditentukan dengan acak bertingkat atau "Multistage random sampling", dengan "Margin of error +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan atau "level of confidence" 95 persen.

Jumlah sampel 1.200 responden, terbagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih (penduduk usia dewasa) yang tercatat pada Pemilu 2019. Pengumpulan data dilakukan pada 8-15 April 2021, melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.

Survei ini memiliki keterbatasan karena mewakili pemilih Kota Besar secara nasional, sampel kurang dapat menggambarkan masing-masing kota.

Baca juga: Muzani: internal Gerindra meminta Prabowo maju di Pilpres 2024
Baca juga: Presiden PKS temui Prabowo di markas Partai Gerindra sepakat jaga NKRI

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021