Dinkes Kota Malang siapkan ribuan tes antigen untuk antisipasi pemudik

Dinkes Kota Malang siapkan ribuan tes antigen untuk antisipasi pemudik

Ilustrasi - Petugas medis melakukan tes usap antigen kepada tim peliput pertandingan sepak bola Piala Menpora Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Malang menyiapkan ribuan alat tes antigen yang dipergunakan saat larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021, dengan sasaran masyarakat yang melakukan perjalanan menuju wilayah Kota Malang, melalui Gerbang Tol Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan bahwa Pemerintah Kota Malang menyiapkan kurang lebih sebanyak 1.600 alat tes antigen yang akan dipergunakan pada masa larangan mudik, atau selama periode 6-17 Mei 2021.

"Selama periode penyekatan, khusunya pada 6-17 Mei 2021, kami menyediakan 1.600 alat swab antigen,” kata Husnul, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Husnul menjelaskan, disiapkannya ribuan alat tes antigen tersebut, dalam upaya untuk meminimalisasi adanya risiko penyebaran virus Corona terhadap masyarakat yang tengah melakukan perjalanan pada wilayah aglomerasi.

Menurut Husnul, selain menyiapkan ribuan alat tes antigen tersebut, Dinas Kesehatan Kota Malang juga menyiapkan petugas medis sebanyak empat orang, yang akan bertugas melakukan tes antigen kepada masyarakat yang keluar dari pintu tol Madyopuro tersebut.

"Untuk jumlah petugas, kami menyiapkan tiga sampai empat orang,” kata Husnul.

Baca juga: Pengendara mobil pribadi jadi sasaran tes usap di tol Jawa Barat

Baca juga: Pemudik di Kabupaten Kudus yang baru datang wajib jalani rapid antigen


Menurut Husnul, berdasarkan data yang diterima Dinas Kesehatan Kota Malang, pada hari pertama pelarangan mudik tersebut, ada sebanyak empat orang pengendara kendaraan bermotor roda empat yang diminta untuk melakukan tes antigen.

Husnul menambahkan, keempat orang tersebut tidak ada yang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes antigen. Pelaksanaan tes antigen tersebut, dilakukan secara random atau acak, kepada para pengendara yang keluar di tol Madyopuro tersebut.

"Tes ini dilakukan secara random, sesuai ketentuan yang ada. Jika keluar, masuk Kota Malang tanpa surat tes antigen, harus berhenti dahulu, untuk melakukan swab antigen yang telah kita sediakan," kata Husnul.

Husnul menambahkan, jika nantinya ada pengendara yang dinyatakan positif berdasar swab antigen tersebut, akan langsung dikirimkan ke tempat karantina yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Malang.

"Seandainya ada yang positif, akan dikirim ke tempat karantina kita atau Safe House Kawi dan lainnya," kata Husnul.

Di Kota Malang, salah satu titik penyekatan yang dijaga cukup ketat adalah gerbang keluar Tol Madyopuro di Kecamatan Kedungkandang. Pada hari pertama, tercatat ada puluhan kendaraan yang diminta untuk putar balik.

Para pengendara tersebut tidak memenuhi persyaratan masuk ke Kota Malang, diantaranya adalah tidak bisa menunjukkan surat hasil rapid test antigen dengan hasil negatif untuk menjenguk keluarga sakit, termasuk tidak memiliki surat tugas kedinasan.

Baca juga: Polres Malang awasi jalur tikus antisipasi pemudik

Baca juga: Pemkot Malang siapkan titik penyekatan antisipasi pemudik

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021