Dinkes: Vaksinasi lansia di Bandung lambat karena sejumlah kendala

Dinkes: Vaksinasi lansia di Bandung lambat karena sejumlah kendala

Seorang lansia mengikuti vaksinasi di Kota Bandung, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung/2021)

Bandung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat menyatakan ada sejumlah hambatan pada proses vaksinasi COVID-19 untuk lanjut usia (lansia) sehingga vaksinasi tersebut berjalan lambat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani di Bandung, Kamis mengatakan sejauh ini vaksinasi lansia baru terealisasi 31,60 persen. Adapun beberapa hambatan itu mulai dari mobilitas yang terbatas dan adanya beberapa kendala kesehatan.

"Dari sekian banyak lansia yang dijadwalkan, yang datang tidak sejumlah itu, kemudian yang lolos kesehatan pun masih ada hambatannya," katanya.

Ia mengatakan ada sebanyak 305.666 lansia di Kota Bandung yang menjadi sasaran vaksinasi. Namun yang telah mengikuti vaksinasi, khususnya tahap pertama, baru sekitar 95.591 orang lansia.

Padahal, kata dia, pihaknya terus berupaya untuk mempercepat vaksinasi kepada lansia dengan berbagai cara. Salah satunya bekerjasama dengan lembaga swasta dengan skema jemput bola terhadap lansia.

"Mungkin masyarakat di kita itu memang sulit ya..., mobilitas juga nggak mau jauh, dijemput ojek juga malah merasa asing yang menjemputnya, anaknya juga belum tentu mengizinkan," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan vaksinasi lansia digelar dengan cara desentralisasi sehingga dengan banyaknya lokasi, proses vaksinasi diharapkan akan lebih cepat.

Kemudian ia juga telah berupaya dengan menjaring instansi yang memiliki grup lansia sehingga vaksinasi kepada lansia bisa terjangkau dari beberapa cara.

"Kelompok lansia dari pensiunan-pensiunan juga sudah, seperti Telkom, PT KAI, perusahaan yang ada grup pensiunannya, dari organisasi keagamaan juga sudah dikumpulkan yang lansianya, karena biasanya lebih nyaman kalau pada kenal," kata dia.

Namun hal itu, menurut dia, masih belum sesuai dengan harapan sehingga desentralisasi vaksinasi itu perlu diperluas hingga level wilayah yang lebih kecil lagi.

"Kita butuh usaha untuk lebih kecil lagi desentralisasinya, jadi lebih kecil lagi, 'kan terpantau ya...," demikian  Rosye Arosdiani.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi COVID-19 untuk lansia di Jabar rendah

Baca juga: 105 angkot dikerahkan untuk antar lansia jalani vaksinasi di Bandung

Baca juga: Sebanyak 4,4 juta lansia di Jabar akan divaksinasi COVID-19


 
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021