Kasus COVID-19 Aceh bertambah 185 orang efek mudik Lebaran

Kasus COVID-19 Aceh bertambah 185 orang efek mudik Lebaran

Warga menggunakan masker turun dari KMP Aceh Hebat 2 yang tiba dari Kota Sabang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Rabu (19/5/2021). (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh melaporkan penambahan 185 orang kasus baru warga terinfeksi virus corona per Selasa yang diduga sebagai efek mudik Lebaran sehingga total mencapai 13.581 orang .

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Selasa, mengatakan peningkatan kasus dalam sepekan terakhir di daerah Tanah Rencong itu diduga terkait dengan aktivitas sosial menjelang Lebaran dan mudik.

”Masyarakat sulit menjaga jarak saat berbelanja persiapan Lebaran, dan juga pada suasana mudik di gampong. Efek mudik ini diperkirakan hingga akhir Juni 2021. Dugaan ini beranjak dari asumsi epidemiologis tentang riwayat alamiah penyakit,” katanya di Banda Aceh.

Dia menjelaskan penambahan kasus per hari ini paling banyak warga Banda Aceh 49 orang, Aceh Besar 38 orang, Aceh Tengah 20 orang, Pidie dan Aceh Utara 10 orang, Langsa delapan orang, Lhokseumawe tujuh orang dan Aceh Barat lima orang.

Selanjutnya masing-masing empat orang warga Bener Meriah, Bireuen dan Aceh Timur, tiga orang Aceh Tamiang, dua orang Aceh Selatan dan 21 orang lainnya merupakan warga dari luar daerah Aceh.

Menurut dia riwayat alamiah penyakit merupakan salah satu elemen utama epidemiologi deskriptif, yaitu deskripsi tentang perjalanan waktu dan perkembangan penyakit pada individu, sejak paparan dengan agen kausal (virus corona) hingga terjadinya akibat penyakit, dalam hal ini COVID-19.

Baca juga: Usai Lebaran, positif COVID-19 di Banda Aceh naik dua kali lipat

Baca juga: Lima warga Aceh Barat terinfeksi COVID-19 setelah Lebaran


Secara teoritis, lanjut dia , masa inkubasi COVID-19 sekitar 1-14 hari setelah terjadi penularan virus corona. Masa inkubasi merupakan periode waktu terjadi paparan virus hingga munculnya gejala penyakit.

“Muncul gejalanya COVID-19 di Indonesia biasanya pada hari kelima atau hari keenam, setelah seseorang tertular atau terinfeksi virus corona,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, masa transmisi penularan dan penyebaran virus corona itu dapat dipersingkat melalui kesadaran bersama bagi mereka yang terkait klaster mudik tersebut, dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, menghindari berpergian dan disiplin mencuci tangan dengan memakai sabun sesuai protokol Kesehatan.

“Protokol kesehatan masih satu-satunya cara yang efektif memutuskan penularan COVID-19,” katanya.

Selain kasus positif baru, Jubir yang akrab disapa SAG itu juga melaporkan penambahan 151 orang pasien sembuh per hari ini meliputi paling banyak warga Banda Aceh 76 orang, 29 orang warga Pidie serta puluhan orang lainnya tersebar di beberapa kabupaten/kota di Aceh.

“Sedangkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia juga bertambah lagi dalam 24 jam terakhir yakni sebanyak sembilan orang hari ini yakni warga Banda Aceh tiga orang, Aceh Besar tiga orang, dua warga Bireuen dan satu orang warga Pidie,” katanya.

Secara akumulatif, kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 13.581 orang, di antaranya para penyintas yang telah sembuh sebanyak 11.082 orang, penderita yang masih dirawat 1.947 orang dan pasien yang meninggal dunia sudah mencapai 552 orang.

Baca juga: Lapas di Aceh tidak layani kunjungan Lebaran cegah COVID-19

Baca juga: Vaksinasi lansia Banda Aceh berjalan baik setelah pendekatan keluarga

 
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021