TSI Cisarua-KLHK-Smelting resmikan ruang perawatan anak elang jawa

TSI Cisarua-KLHK-Smelting resmikan ruang perawatan anak elang jawa

Penandatanganan prasasti saat peresmian ruang perawatan anak elang jawa (Nisaetus bartelsi)  lembaga konservasi "eksitu" (di luar habitat alami) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dan PT Smelting, Kamis (27/5/2021). (FOTO ANTARA/HO-Humas TSI Bogor)

Cisarua, Bogor (ANTARA) - Lembaga konservasi "eksitu" (di luar habitat alami) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dan PT Smelting meresmikan ruang perawatan anak elang jawa (Nisaetus bartelsi) , Kamis (27/5).

"Telur dari pasangan elang jawa yang berada di Taman Safari Indoesia, Cisarua juga telah beberapa kali menetas," kata Direktur TSI Group, Jansen Manansang usai peresmian di tempat konservasi hewan yang berlokasi di Kawasan Puncak itu.

Peresmian tersebut diisi dengan kegiatan penandatanganan prasasti oleh EVP Direktur PT Smelting, Tasuyo Inoe dan Direktur TSI Group, Jansen Manansang.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat, Dadang Wardana. Kemudian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat diwakili oleh Budi Santoso, serta Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diwakili oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi, Buana Darmansyah.

Jansen menyebutkan bahwa kerja sama para pihak yang telah terjalin sejak 2018 itu kini diperkuat dengan meningkatkan keberhasilan program perkembangbiakan jenis satwa yang terancam punah itu.

"Taman Safari Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam dunia konservasi satwa liar dan telah berhasil mengembangbiakan jenis-jenis satwa endemik Indonesia, seperti gajah sumatera, harimau sumatera, komodo, banteng jawa, bekantan, curik bali, anoa, babi rusa dan lainnya," katanya.

Menurut dia Taman Safari Indonesia memiliki 11 ekor elang jawa, lima ekor di antaranya merupakan hasil pengembangbiakan sendiri.

Sebagai informasi, katanya, elang jawa adalah jenis burung pemangsa yang dipercaya identik dengan lambang burung Garuda. Jenis elang jawa ini populasinya makin menurun setiap tahunnya dan habitatnya hanya terbatas atau endemik di Pulau Jawa.

"Kelestarian jenis jenis satwa liar tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, swasta, akademisi dan para pihak lainnya. Taman Safari Indonesia mengajak semua pihak untuk bekerja sama di bidang konservasi satwa liar. Supaya anak cucu kita dapat terus melihat elok dan indahnya burung garuda elang jawa terbang tinggi di angkasa," demikianJansen Manansang.

Baca juga: Konservasi Elang Jawa, ikhtiar menyelamatkan satwa endemik

Baca juga: Taman Safari Bogor siapkan penangkaran khusus untuk elang jawa

Baca juga: TSI-Hino kerja sama konservasi Elang Jawa

Baca juga: TSI Bogor kembangbiakan elang jawa

 
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021