Humaniora kemarin, varian baru COVID-19 hingga pembajakan buku

Humaniora kemarin, varian baru COVID-19 hingga pembajakan buku

Ilustrasi - Varian baru virus Coronavirus, Covid-19 SARS-CoV-2. (ANTARA/Shutterstock/pri)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora kemarin, Kamis (27/5), masih menarik untuk disimak pagi ini oleh Teman ANTARA mulai dari varian baru COVID-19 hingga pembajakan buku.

Berikut berita-berita tersebut:

- Wamenkes sebut varian baru COVID-19 3 kali lipat lebih cepat menular

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengemukakan varian baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang teridentifikasi di Indonesia memiliki laju penularan yang lebih cepat hingga 3 kali lipat lebih dibandingkan virus serupa yang sudah lebih dulu ada.

- Putri Paku Buwono XII, GKR Retno Dumilah meninggal dunia

Salah satu putri Paku Buwono (PB) XII, yakni GKR Retno Dumilah atau GRAy Gusti Isbandiyah meninggal dunia pada usia 67 tahun akibat serangan jantung pada Rabu (26/5) malam.

- BMKG: SMS perkiraan gempa magnitudo 8,5 tidak benar

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan SMS yang berisi perkiraan gempa bumi berkekuatan M8,5 dan berpotensi tsunami yang tersebar melalui saluran komunikasi SMS BMKG-Kominfo pada Kamis, sekitar pukul 10.36 WIB, dinyatakan tidak benar.

- BPOM: Vaksin AstraZeneca bets CTMAV547 dapat digunakan kembali

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyatakan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca nomor bets CTMAV547 dapat digunakan kembali setelah dipastikan melalui pengujian bahwa mutu vaksin tidak memiliki keterkaitan dengan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) yang dilaporkan.

- Ikapi minta pemerintah atasi pembajakan buku

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) meminta pemerintah mengatasi pembajakan buku di Tanah Air.

“Pemerintah tidak boleh tinggal diam dan membiarkan persoalan ini sebagai urusan pelaku perbukuan belaka,” ujar Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia Arys Hilman Nugraha di Jakarta, Kamis.

 
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021