Penggunaan steroid berlebihan bisa sebabkan mukormikosis

Penggunaan steroid berlebihan bisa sebabkan mukormikosis

Tangkapan layar Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru dan Pusat Mikosis Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Persahabatan Dr dr Anna Rozaliyani MBiomed SpP(K) dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (3/6). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru dan Pusat Mikosis Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Persahabatan Dr dr Anna Rozaliyani MBiomed SpP(K)  dalam taklimat media di Jakarta, Kamis mengatakan penggunaan obat kortikosteroid secara berlebihan bisa menyebabkan infeksi jamur atau mukormikosis.

“Penggunaan kortikosteroid seperti dexamethasone yang digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan mukormikosis,” ujar Anna yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan konon kabarnya di India masyarakat bebas membeli obat jenis steroid tersebut yang digunakan dalam penanganan COVID-19. Banyak masyarakat India yang terinfeksi COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri membeli dexamethasone secara bebas.

“Konon kabarnya di India, kerap terjadi penggunaan steroid yang berlebihan ditambah lagi adanya “tsunami” COVID-19 yang membuat sistem kesehatan di sana sampai lumpuh,” terang dia.

Selain itu, angka penderita diabetes di India juga tinggi yang mempengaruhi infeksi jamur tersebut. Kondisi lingkungan yang kurang bersih juga turut memengaruhi.

Oleh karena itu, dia menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan steroid secara berlebihan dan harus dalam pengawasan dokter.

Baca juga: Petugas medis: Steroid semestinya ampuh lawan varian baru COVID
Baca juga: Bahaya steroid dalam produk kosmetik

Lonjakan kasus mukormikosis lebih dari 9.000 kasus telah dilaporkan di India pada Mei 2021. Mukormikosis dapat ditemukan di seluruh dunia, tetapi kasus yang terbanyak dilaporkan di India. Prevalensi tahunan dilaporkan sebesar 10.000 kasus dan jumlah kasus total diperkirakan 171.504.

Lonjakan kasus mukormikosis di India terjadi seiring dengan tingginya lonjakan kasus COVID-19, terutama pada periode Mei 2021. Pada pasien COVID-19 derajat berat terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh yang serius dan berisiko mengalami infeksi jamur sistemik.

Mukormikosis terjadi melalui kontak dengan spora atau elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk misalnya daun tumpukan kompos dan kotoran hewan Mukormikosis atau yang populer “jamur hitam” tidak menular dari orang ke orang maupun dari binatang. Mukormikosis merupakan infeksi jamur yang menyebabkan jaringan kulit menjadi hitam.

Mukormikosis maupun infeksi jamur sistemik lain berpotensi menimbulkan komplikasi yang memperberat kondisi pasien COVID-19, serta meningkatkan risiko kematian.

Kondisi itu juga menyebabkan makin tingginya biaya perawatan di rumah sakit akibat infeksi jamur. Hal itu berkaitan dengan besarnya biaya pemeriksaan serta pengobatan yang harus diberikan, masa rawat di RS yang lebih lama, serta banyaknya SDM tenaga kesehatan yang harus tersedia untuk merawat pasien dengan kondisi sakit berat atau kritis.
Baca juga: Suntik steroid bisa perbaiki jaringan keloid
Pewarta : Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021