Penguatan minyak angkat saham Eropa, indeks STOXX di rekor tertinggi

Penguatan minyak angkat saham Eropa, indeks STOXX di rekor tertinggi

Bursa saham Inggris. ANTARA/Reuters

Jakarta (ANTARA) - Saham Eropa naik pada Rabu, karena saham energi mengikuti lonjakan harga minyak, sementara investor mengalihkan perhatian ke pertemuan Federal Reserve untuk mengamati isyarat apakah bank sentral AS itu akan mulai membahas pelonggaran kebijakan moneternya.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,3 persen pada pukul 07.04 GMT. Jika kenaikan bertahan hingga akhir hari perdagangan, indeks akan menandai kenaikan beruntun terpanjang dalam tiga setengah tahun.

Indeks acuan telah mencapai rekor tertinggi tahun ini karena investor bertaruh bahwa program vaksinasi yang stabil akan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi lonjakan inflasi baru-baru ini telah memicu kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat dari perkiraan.

Data pada Rabu menunjukkan inflasi Inggris secara tak terduga melonjak di atas target bank sentral Inggris (Bank of England) sebesar 2 persen pada Mei dan tampaknya akan meningkat lebih lanjut karena negara itu membuka kembali ekonominya dari penguncian yang disebabkan oleh virus corona.

Bahkan, indeks FTSE 100 London yang padat komoditas naik 0,3 persen, dengan perusahaan minyak BP dan Shell mengikuti lonjakan harga minyak mentah Brent ke level tertinggi sejak April 2019.

Indeks saham energi Eropa bertambah 0,6 persen.

Terkait berita perusahaan, EverArc Holdings Ltd melonjak 8 persen karena mengatakan akan membeli produk pemadam kebakaran dan produsen aditif pelumas Perimeter Solutions dalam kesepakatan senilai sekitar 2 miliar dolar AS.

Saham SAP turun 1,2 persen, kemungkinan terpukul oleh perkiraan laba yang mengecewakan dari saingannya perusahaan perangkat lunak AS Oracle Corp.

Baca juga: Saham keuangan dan energi angkat indeks FTSE 100
Baca juga: Minyak melonjak ke tertinggi dua tahun didukung ekspektasi permintaan
Baca juga: Saham Eropa naik 8 hari beruntun, terpanjang sejak 2019
Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021