Panglima TNI minta Forkopimda perkuat 3T untuk tekan COVID-19

Panglima TNI minta Forkopimda perkuat 3T untuk tekan COVID-19

Arsip foto - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww/pri

Magetan (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta Forkopimda dan aparatnya di semua pemerintah daerah untuk memperkuat 3T, yakni testing, tracing dan treatment untuk menekan kasus COVID-19 yang meningkat signifikan di sejumlah daerah.

"Optimalkan PPKM Skala Mikro dan laksanakan 3T agar mendapatkan data yang akurat, sehingga kita dapat melakukan tindakan cepat apabila terjadi dinamika," ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memimpin Rapat Koordinasi tentang Optimalisasi PPKM mikro di ruangan Baseops Lanud Iswahjudi Magetan, Jatim, Jumat.

Dalam rakor yang dihadiri oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut, Panglima TNI menegaskan dalam pelaksanaan PPKM Mikro para petugas selalu mengingatkan dan menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Kapolri, Panglima TNI, dan Menkes pantau vaksinasi massal di Madiun

Baca juga: Kapolri minta manajemen pengendalian COVID-19 di Madiun tercatat baik


Selain itu, juga melaksanakan pemantauan dan melaporkan kasus aktif. Kemudian, pemantauan angka kesembuhan, angka kematian, BOR ("Bed Occupancy Rate") ICU, BOR isolasi, serta fasilitas lainnya.

"Harus dipahami oleh setiap petugas, bahwa tugas posko PPKM mikro, di antaranya pelacakan kontak erat, pengawasan ketat isolasi mandiri, menutup tempat umum, melarang kerumunan, membatasi keluar masuk RT/RW, dan pencatatan data," kata Panglima TNI.

Ia mengatakan dengan data yang akurat, aparat dapat melakukan tindakan cepat apabila terjadi dinamika atau lonjakan kasus.

Dalam kesempatan itu, para pejabat tinggi pusat tersebut juga mendengarkan paparan Bupati Madiun Ahmad Dawami terkait penanganan COVID-19 yang ada di wilayahnya.

Kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Madiun tercatat meningkat akibat klaster hajatan yang terjadi di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu.

Bupati Madiun menjelaskan warga yang terpapar COVID-19 dari hasil tes cepat antigen telah dievakuasi ke RSUD Dolopo untuk menjalani isolasi dan perawatan.

"Kita telah melokalisasi pasien untuk menekan penyebaran virus. Artinya, warga yang sakit agar cepat sembuh dan warga yang sehat agar tetap sehat," kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Baca juga: Panglima TNI sebut pentingnya sinergi empat pilar tegakkan PPKM mikro

Baca juga: Panglima TNI: Vaksinasi dan pengetatan PPKM mikro bisa tekan COVID-19


Selain itu, Forkopimda setempat juga melakukan PPKM mikro dan menutup akses masuk di Dusun Bulurejo, Desa Bantengan, Wungu, agar warga setempat malakukan isolasi mandiri.

Sesuai data, total kasus COVID-19 di Kabupaten Madiun hingga Jumat (18/6) mencapai 4.087 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.647 orang diantaranya telah sembuh, 192 orang dalam pemantauan, dan 248 orang meninggal dunia.

Tambahan kasus per hari Jumat ini, konfirmasi baru 21 orang, sembuh 41 orang, dan meninggal dunia satu orang.

Setelah memimpin rakor, Panglima TNI, Kapolri, Menkes, dan Kepala BNPB didampingi Gubernur Jatim dan Forkopimda Jatim meninjau pelaksanaan vaksinasi nasional di Kota Madiun dan PPKM mikro di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021