Anies minta warga sadar kasus COVID-19 pecahkan rekor tertinggi

Anies minta warga sadar kasus COVID-19 pecahkan rekor tertinggi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pasukan saat Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh warga ibu kota sadar bahwa kasus positif COVID-19 memecahkan rekor tertinggi sehingga dibutuhkan kerja keras untuk mengantisipasi laju perkembangan pandemi ini.

"Laporan hari ini, kasus positif merupakan rekor tertinggi selama satu setengah setahun. Karena itu kita harus bekerja ekstra keras untuk memastikan seluruh komponen masyarakat menaati pakai masker, jumlah orang di ruangan dan taati jaga jarak," kata Anies di Monas, Jumat.

Data kasus positif COVID-19 yang dilaporkan Jumat ini sebanyak 4.737 kasus, kata Anies, sebanding dengan penambahan kasus pada 7 Februari 2021. Namun lebih tinggi karena pada Februari lalu penambahan yang tercatat adalah 4.213 kasus.

"Ini angka tinggi yang mirip pada Februari lalu, namun lebih tinggi. Kita semua harus sadar pandemi belakangan meningkat dengan tinggi di Jakarta per hari ini 24.511 kasus aktif. Ini harus jadi perhatian kita semua," kata Anies.

Kondisi tersebut, Anies mengingatkan bahwa penanggulangan harus jadi tanggung jawab bersama. Tidak bisa penegakan disiplin dari pemerintah saja melainkan juga dari pihak keluarga, komunitas dan tempat kerja.

Menaati prokes melindungi sesama, kata Anies, bukan semata-mata mengikuti peraturan pemerintah tapi mengikuti prokes demi menyelamatkan sesama warga Indonesia. "Ambil sikap bertanggung jawab," ujarnya.

Hal yang bisa dilakukan, kata Anies, jika melihat warga yang tidak pakai masker diingatkan dan beri masker jika memiliki masker ganda.

Baca juga: Anies: Malam ini penindakan tanpa kompromi
Baca juga: Anies minta pertokoan jangan kompromi batas kapasitas demi keuntungan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa 
"Kita semua akan melakukan operasi penertiban seluruh kegiatan harus tutup pukul 21.00 malam dan petugas kita akan mengawasi dan menindaklanjuti. Jika melihat pelanggaran, laporkan sehingga kami bisa bertindak," ujarnya.

"Pengawasannya harus bersama, ini perjuangan semesta semua harus terlibat dan bertanggung jawab," kata dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 2.173 kasus sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 24.511 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan jumlah kasus konfirmasi sebanyak 463.552 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 431.264 dengan tingkat kesembuhan 93,0 persen dan total 7.777 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen.

Untuk persentase kasus positif (positivity rate) sepekan terakhir di Jakarta sebesar 21,8 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,1 persen.

Jumlah ini masih di bawah standar persentase kasus positif WHO yang meminta tidak lebih dari 5 persen untuk satu kawasan.
Baca juga: Ratusan personel gabungan laksanakan apel di Monas
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021