Kasus positif COVID-19 Sulsel bertambah 100 orang

Kasus positif COVID-19 Sulsel bertambah 100 orang

Pelaksanaan swab PCR oleh mobile PCR Pemprov Sulsel di Makassar. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Sulawesi Selatan mencatat kasus positif COVID-19 di wilayah itu bertambah 100 orang pada 24 Juni 2021 dari 1.108 spesimen yang diperiksa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Husny Thamrin di Makassar, Jumat, menyebut angka kasus COVID-19 Sulsel masih fluktuatif dan angka kasus aktif terakhir terbilang menurun, karena dua hari sebelumnya kasus harian sebanyak 130 kasus.

"Masih fluktuatif, kita terus gencarkan penelusuran, ditambah lagi sudah banyak yang divaksinasi," katanya.

Dari total tambahan kasus 100 orang, Kota Makassar masih menjadi penyumbang utama kasus COVID-19, yakni Makassar 49 orang, Kabupaten Gowa 16 orang dan 10 orang dari Sinjai.

Baca juga: Antisipasi varian baru, "tracing" COVID-19 di Makassar digencarkan

Baca juga: Sulsel kirim 40 sampel untuk identifikasi COVID-19 varian baru


Pada hari yang sama, Husny menyebut terdapat satu orang meninggal dunia, maka total pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulsel sebanyak 965 orang.

"Tetapi 15 orang berhasil sembuh, jadi total pasien sembuh 61.490 orang," ujar Husny.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, angka reproduksi efektif (Rt) Sulsel juga terus meningkat, angka Rt Sulsel berada di angka 1,37 sedangkan sehari sebelumnya 1,31.

Saat ini, Pemprov Sulsel tengah meningkatkan penelusuran terhadap kasus COVID-19 yang trennya mulai meningkat, maka rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah pun terus masih dikaji sembari melihat perkembangan angka kasus COVID-19 pada setiap daerah.

Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman
menjelaskan sebelum memberlakukan sekolah tatap muka, setiap pemda harus terlebih dahulu melakukan evaluasi dengan melihat beberapa poin penting, di antaranya perkembangan kasus dan status zona, penerapan protokol kesehatan di sekolah dan kajian-kajian lainnya.

"Karena itu, kebijakan pemberlakuan sekolah tatap muka ini dikembalikan ke masing-masing kepala daerah tiap kabupaten dan kota," ujar dia.*

Baca juga: Dinkes: 35,3 persen dari 1,5 juta warga Sulsel telah divaksin

Baca juga: Di tengah pandemi, warga Sulsel diingatkan hidup sehat cegah DBD
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021