Banten siapkan 107 rumah sakit rujukan COVID-19

Banten siapkan 107 rumah sakit rujukan COVID-19

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti. (ANTARA/Mulyana)

Serang (ANTARA) - Pemprov Banten menyiapkan 107 rumah sakit (RS) baik milik pemerintah maupun swasta untuk dijadikan sebagai rujukan penanganan pasien COVID-19 seiring meningkatnya kasus penyakit itu di Banten.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 seperti yang sekarang terjadi ini ketika kebijakan pelonggaran diberlakukan.

"Makanya saat itu saya juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh direktur RS baik yang rujukan COVID-19 maupun tidak untuk menyediakan tempat tidur bagi pasien COVID-19 sebanyak 30 persen dari jumlah keseluruhan," kata Ati Pramudji Hastuti di Serang, Jumat.

Beberapa hari ini, kata Ati, pihaknya sedang keliling untuk memastikan setiap RS menyediakan tempat dengan baik.

Baca juga: Kasus naik, Kabupaten Tangerang kekurangan SDM nakes tangani COVID-19

Baca juga: 23 kelurahan di 10 kecamatan Kota Tangerang masuk zona merah


"Ini diwajibkan kepada seluruh RS yang ada di Banten," katanya.

Namun demikian, tidak semua RS bisa dijadikan sebagai rujukan pasien COVID-19. Ada beberapa RS yang memang dikecualikan seperti RS ibu dan anak serta RS THT.

"Makanya dari total RS yang ada di Banten sebanyak 116, yang untuk COVID-19 ada sekitar 107 RS," katanya.

Namun berapa pun jumlah ranjang yang disediakan, jika persoalan hulunya atau pencegahannya tidak dilakukan itu tidak akan menyelesaikan persoalan.

"Awalnya kami menyediakan 500, dan sekarang sudah sampai 4.800 ranjang yang disediakan. Jumlah itu pasti akan selalu kurang, karena kalau penanganannya tidak dari hulu, ini tidak akan selesai-selesai," kata dia.

Apalagi ada COVID-19 varian baru yang sudah masuk ke Banten, yakni delta B1.67.2.

"Virus varian baru ini penularannya cepat sekali dan tingkat keganasannya juga cukup tinggi serta menimbulkan tingkat kematian yang tinggi juga," kata Ati.

Oleh karena itu, Ati menghimbau, salah satu upaya pencegahan adalah menerapkan 5 M dalam aktivitas sehari-hari.

"Tanpa itu, pasti akan cepat menular," kata Ati.*

Baca juga: Wagub laporkan ke Pusat, Banten kembali zona oranye

Baca juga: Sasar 15 ribu orang, vaksinasi zona merah di Tangerang ajak TNI-Polri
Pewarta : Mulyana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021