Penerima BLT dana desa di Kudus terima vaksinasi COVID-19

Penerima BLT dana desa di Kudus terima vaksinasi COVID-19

Penerima BLT dana desa di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjalani vaksinasi COVID-19 di balai desa setempat, Senin (5/7/2021). ANTARA/HO-Humas Pemkab Kudus.

Kudus (ANTARA) - Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa diminta menjalani vaksinasi COVID-19 sebagai upaya percepatan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah untuk menekan penyebaran kasus corona.

Menurut Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Senin, vaksinasi terhadap penerima BLT dana desa memang belum dilaksanakan secara menyeluruh di semua desa karena baru program Pemerintah Desa Jepang, Kecamatan Mejobo yang dimulai Senin ini.

Inovasi baru tersebut juga mendapatkan apresiasi darinya, karena bisa mempercepat vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kudus yang hingga kini pencapaiannya baru 5-6 persen dari target 664.666 sasaran. Dengan adanya kerja sama berbagai pemangku kepentingan tentunya bisa mencapai target vaksinasi.

Masyarakat yang mengikuti vaksinasi juga menyambutnya dengan baik karena demi kepentingan bersama mempercepat penanganan COVID-19.

Baca juga: 90 persen nakes Kudus yang dilindungi vaksin sudah sembuh

Baca juga: Sinovac klaim vaksinnya efektif kurangi gejala Delta di Indonesia


Ia berharap inovasi yang digagas dan sudah dipraktikkan di Desa Jepang bisa ditiru oleh desa lainnya dalam penyaluran BLT DD sekaligus vaksinasi.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus juga diinstruksikan untuk mensosialisasikan inovasi baru tersebut kepada desa-desa lainnya sehingga pelaksanaannya bisa lebih cepat.

Jika sebelumnya sasaran vaksinasi khusus untuk orang dewasa dan orang tua, maka untuk tahap selanjutnya sasaran anak-anak yang saat ini mulai disosialisasikan serta memberikan edukasi terhadap orang tuanya.

Sementara vaksinnya masih menunggu penambahan alokasi dari pemerintah karena persediaannya menipis.

Terkait pelaksanaan PPKM darurat, dia menganggap, berjalan dengan baik dan intensitas kegiatan masyarakat di Kudus juga mulai berkurang.

"Selama tiga hari berlangsung PPKM darurat, kesadaran masyarakat mematuhi prokes semakin tinggi karena banyak yang tidak berkegiatan. Pusat perbelanjaan juga tutup sementara dan rumah makan juga telah menerapkan sistem bawa pulang," ujarnya. 

Baca juga: Panglima TNI: Tekan COVID-19 di Kudus dengan percepatan vaksinasi

Baca juga: Kemenkes : Vaksinasi COVID-19 di Kudus belum memenuhi target

 
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021