Kemarin, awan berbentuk UFO di Banda Aceh hingga gempa di Sumba NTT

Kemarin, awan berbentuk UFO di Banda Aceh hingga gempa di Sumba NTT

Fenomena awan mirip Unidentified Fliying Object “UFO” yang terlihat di langit di kawasan Desa Punge, Kota Banda Aceh pada Selasa (6/7/2021) sore. ANTARA/Dok. Pribadi Cut Ida Khairani.

Jakarta (ANTARA) - Peristiwa awan berbentuk UFO yang menggegerkan warga Banda Aceh menjadi sorotan kanal berita humaniora Rabu (7/7).

Selain itu, sejumlah peristiwa lainnya diantaranya meninggalnya ketua uji klinis vaksin, temuan kasus "happy hypoxia" hingga gempa di Sumba, Nusa Tenggara Timur dapat Anda simak kemblai dalam tautan berikut,

BMKG: Awan berbentuk UFO yang muncul di langit Banda Aceh berbahaya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan fenomena awan mirip unidentified fliying object (UFO) yang terlihat di langit di kawasan Desa Punge, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh pada Selasa (6/7) sore termasuk awan yang berbahaya bagi penerbangan.

Ketua uji klinis Sinovac dr Novilia Sjafri meninggal karena COVID-19

Ketua uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari Bio Farma sekaligus akademisi dari Universitas Padjajaran (Unpad), dr Novilia Sjafri Bachtiar meninggal dunia karena terinfeksi COVID-19.

Gejala baru COVID -19 "happy hypoxia" ditemukan di Bengkayang-Kalbar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, I Made Putra Negara mengatakan bahwa gejala baru COVID- 19, yakni "happy hypoxia" atau penurunan kadar oksigen dalam darah sudah ditemukan di daerahnya.

Gempa magnitudo 5,2 guncang Sumba NTT

Gempa bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu sekitar pukul 07.38 WIB, menurut informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima di Jakarta.

Gempa di Sumba Tengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjadi karena aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Pulau Sumba, dengan memperhatikan episenter dan hiposenter gempa.
 
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021