Pemprov Jawa Timur berupaya percepat vaksinasi COVID-19

Pemprov Jawa Timur berupaya percepat vaksinasi COVID-19

Petugas kesehatan mengukur tekanan darah warga yang mengantre untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 saat Serbuan Vaksinasi COVID-19 di halaman Jalajaya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/7/2021). Komando Armada (Koarmada) II melakukan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat maritim guna mewujudkan kekebalan komunal atau 'herd immunity' menuju Indonesia sehat. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya mempercepat vaksinasi COVID-19 untuk warga dalam upaya meningkatkan kekebalan kelompok terhadap infeksi virus corona.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama seluruh pemangku kepentingan yang ada, terus mendorong pelaksanaan vaksinasi kepada warga melalui berbagai program.

"Kita membangun sinergi solid untuk bersama-sama melakukan gerakan vaksinasi. Ini juga seiring dengan semangat masyarakat, animo sangat tinggi untuk melaksanakan vaksinasi," kata Khofifah.

Baca juga: Khofifah: Percepatan vaksinasi Jatim terkendala pasokan

Dalam kesempatan itu, Khofifah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur melakukan peninjauan langsung pelaksanaan vaksinasi untuk ribuan warga, yang dilaksanakan di Universitas Negeri Malang, Kota Malang.

Vaksinasi massal tersebut dilakukan selama dua hari mulai Sabtu (17/7) dengan target sasaran vaksinasi mencapai 15 ribu orang. Pada pelaksanaan vaksinasi hari pertama, kurang lebih sebanyak 8.000 orang telah mendapatkan suntikan vaksin.

Khofifah menambahkan, meskipun masyarakat sudah mendapatkan suntikan vaksin, diharapkan untuk tetap bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Penerapan protokol kesehatan, merupakan kunci untuk menekan penyebaran virus corona.

Baca juga: Forkopimda Jatim pastikan kelancaran vaksinasi "door to door"

"Karena 5M ini, merupakan kunci untuk bisa melandaikan, bahkan menghentikan penyebaran COVID-19," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pagdam V/Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto menambahkan, vaksinasi yang digelar di Universitas Negeri Malang tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendorong pelaksanaan program vaksinasi nasional.

Suharyanto menjelaskan, untuk saat ini, di Provinsi Jawa Timur, lebih dari 20 persen masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksin. Pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Jawa Timur, telah melebihi target yang ditetapkan.

Baca juga: Pemprov Jatim menyisir wilayah yang alami kendala vaksinasi COVID-19

"Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi, setiap hari ada pelaksanaan giat vaksinasi. Masyarakat bisa mendaftarkan diri, dan mengikuti vaksinasi," katanya.

Tercatat, hingga saat ini di Provinsi Jawa Timur, secara keseluruhan ada sebanyak 233.442 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 177.522 orang telah dinyatakan sembuh, 15.919 orang dilaporkan meninggal dunia, dan sisanya masih menjalani perawatan.

Baca juga: Ambulans vaksinasi "dari pintu ke pintu" di Jatim mulai dioperasikan

Baca juga: Penerima vaksin COVID-19 lengkap di Indonesia capai 16,2 juta orang

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021