Kemarin, kebakaran di gedung BPOM hingga sapi kurban dari Presiden

Kemarin, kebakaran di gedung BPOM hingga sapi kurban dari Presiden

Kebakaran terjadi di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Minggu (18/7) malam. ANTARA/twitter/@humasjakfire

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora yang mendapat perhatian pada Senin (19/7) serta masih menarik disimak mulai dari Nelayan Gorontalo yang hilang telah ditemukan, kebakaran di gedung BPOM, hingga hewan kurban dari Presiden.

Berikut sejumlah berita humaniora kemarin yang dirangkum dari pemberitaan LKBN ANTARA:

1. Nelayan Gorontalo Utara yang hilang telah ditemukan

Nelayan asal Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Mina Maritim 138 berkekuatan 32 Gross Ton (GT) yang hilang dihantam gelombang pada Jumat (16/7) telah ditemukan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Baca juga: Nelayan Gorontalo Utara yang hilang telah ditemukan

2. BPOM serahkan penyelidikan kebakaran kepada polisi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyerahkan upaya penyelidikan terhadap penyebab peristiwa kebakaran yang melanda salah satu ruangan pelayanan, Ahad (18/7) malam, kepada tim kepolisian setempat.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Baca juga: BPOM serahkan penyelidikan kebakaran kepada polisi

3. Presiden serahkan hewan kurban di Masjid Istiqlal

Presiden Joko Widodo menyerahkan hewan kurban untuk disembelih pada Idul Adha 1442 Hijriah kepada panitia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin.

Berdasarkan siaran pers yang diterima dari Biro Pers Sekretariat Presiden, di Jakarta, Senin, penyerahan hewan kurban secara simbolis dilakukan oleh Kepala Biro Administrasi Sekretariat Presiden Sony Kartiko kepada Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal K.H. Asep Syaifuddin.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Baca juga: Presiden serahkan hewan kurban di Masjid Istiqlal

4. ARSSI: Perilaku tidak tertib rujukan pengaruhi akurasi Siranap

Ketua Kompartemen Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Fajaruddin Sihombing mengemukakan aplikasi Sistem Informasi Rawat Inap (Siranap) rumah sakit tidak berjalan optimal akibat mekanisme rujukan yang tidak tertib.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Baca juga: ARSSI: Perilaku tidak tertib rujukan pengaruhi akurasi Siranap

5. BOR rumah sakit rujukan di Jawa Barat turun jadi 79 persen

Tingkat keterpakaian tempat tidur pasien (Bed Occupancy Rate/BOR) di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Provinsi Jawa Barat turun menjadi 79 persen setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, yang dimulai pada 3 Juli 2021.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Baca juga: BOR rumah sakit rujukan di Jawa Barat turun jadi 79 persen
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021