Wisma Atlet Palembang diproyeksi rawat pasien COVID-19 gejala ringan

Wisma Atlet Palembang diproyeksi rawat pasien COVID-19 gejala ringan

Foto aerial suasana malam hari menara tujuh dan delapan Wisma Atlet Jakabaring yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19 di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (14/7/2021). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memproyeksikan Wisma Atlet Kompleks Jakabaring Sport City Palembang bisa merawat pasien COVID-19 dengan gejala ringan setelah selama ini hanya digunakan untuk lokasi isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurany di Palembang, Rabu, mengatakan, penetapan itu tertuang dalam prosedur terbaru penerimaan pasien COVID-19 di Rumah Sehat COVID-19 yakni Wisma Atlet JSC.

Perubahan ini untuk merespon kondisi terkini yang ditandai terjadi peningkatan tingkat keterisian ruang perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit, yang secara kumulatif sudah terisi 85 persen.

Oleh karena itu, Rumah Sehat COVID-19 JSC menerima pasien yang sudah terkonfirmasi positif tanpa gejala atau gejala ringan rumah sakit atau puskesmas setelah dilakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), rontgen dan laboratorium kesehatan.

Baca juga: TNI akan bangun shelter untuk isolasi pasien COVID-19 tak bergejala

“Dengan catatan harus berdasarkan permintaan dari pasien tersebut, tidak ada unsur paksaan yang mewajibkan pasien di rawat di rumah sehat COVID-19 JSC,” kata dia.

Apabila pasien bersedia maka pihak rumah sakit atau puskesmas yang menjadi tempat pasien dirawat akan menghubungi petugas rumah sakit melalui call center 0823-72755097.

Kemudian pasien akan dirujuk melalui sistem informasi rujukan rumah sakit terintegritas (Sisrute) dengan alamat fasilitas kesehatan (faskes) tujuan Faskes COVID-19 Provinsi Sumatera Selatan.

“Petugas Sisrute rumah sehat COVID-19 akan merespon rujukan yang masuk lalu menginformasikan kepada dokter Rumah Sehat COVID-19 untuk mendapat persetujuan penerimaan pasien,” kata dia.

Setelah disetujui oleh dokter di Rumah Sehat COVID-19, pasien akan dikirim dari rumah sakit atau puskesmas ke Rumah Sehat COVID-19 dengan membawa surat rujukan dan dokumen pemeriksaan.

Namun untuk penerimaan pasien di luar kriteria seperti kasus suspek, kontak erat dan pelaku perjalanan maka petugas rumah sakit akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

“Intinya yang didahulukan yang sudah melalui hasil tes PCR, jika di luar itu masih disarankan isolasi mandiri,” kata dia.

Pasien akan diterima oleh petugas kesehatan rumah sehat COVID-19 dan kemudian dilakukan registrasi oleh petugas.

Petugas kesehatan rumah sehat COVID-19 JSC akan melakukan konfirmasi berkas dan melakukan pemeriksaan kesehatan ulang kepada pasien yang akan dirawat di rumah sehat COVID-19.

Baca juga: Wisma Atlet terima bantuan makanan untuk pasien dan tenaga kesehatan

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman mengatakan terdapat dua tower di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan yang disiapkan sebagai Rumah Sehat COVID-19.

Sebanyak 200 tempat tidur tersedia untuk merawat pasien COVID-19 terkonfirmasi positif tanpa gejala atau gejala ringan, dengan dilengkapi peralatan kesehatan yang lengkap serta obat-obatan.

“Pelayanan di sana akan diberikan secara gratis,” kata dia.

Saat ini terdapat 213 orang pasien yang melakukan perawatan di Rumah Sehat COVID-19 tersebut, mereka terdiri dari 125 orang pasien laki-laki dan 88 orang pasien perempuan dengan rentang usia 20-40 tahun. Mereka dirawat secara intensif oleh 50 orang petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu, Sumsel mengalami lonjakan kasus COVID-19 dalam dua pekan terakhir hingga puncaknya mencatat hampir 1.000 orang kasus positif COVID-19 setiap harinya.

Data per 19 Juli 2021 menunjukkan, kasus positif COVID-19 di Sumsel telah mencapai 37.321, dengan 29.726 dinyatakan sembuh dan sebanyak 1.739 meninggal dunia.

Baca juga: 4.936 pasien COVID-19 di Wisma Atlet masih jalani rawat inap
Baca juga: Ketersediaan tabung oksigen salah satu masalah utama di RSDC
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021