317 gardu listrik terdampak gempa di Sulawesi Tengah telah pulih

317 gardu listrik terdampak gempa di Sulawesi Tengah telah pulih

Peta lokasi pusat gempa bumi di wilayah Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/10/2020).(ANTARA/HO-Tangkapan Layar).

Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah memulihkan 317 gardu distribusi listrik di sekitar Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sehingga 29.400 pelanggan bisa menikmati aliran listrik.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo Leo Basuki mengatakan pihaknya menerjunkan 24 personel untuk memulihkan gangguan tersebut.

"Pada Selasa (27/7) pukul 02:17 WITA, sistem Ampana sudah normal 100 persen," kata Leo Basuki dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Baca juga: BPBD Tojo Una-Una: Tidak ada korban jiwa pascagempa magnitudo 6,5

Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 skala richter mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una di wilayah Semenanjung Minahasa pada Senin (26/7), sekitar pukul 11.52 WITA.

Berselang sembilan jam kemudian pukul 20.09 WITA, gempa berkekuatan 6,5 skala richter kembali mengguncang kabupaten tersebut.Guncangan gempa sempat mengganggu akses internet dan listrik yang membuat daerah itu gelap gulita.

Permukiman penduduk dan jalanan sudah kembali diterangi lampu pada sekitar pukul 23.00 WITA. Jaringan internet juga telah terhubung dan warga sudah dapat berkomunikasi kembali.

Baca juga: PLN siapkan layanan listrik premium bagi fasilitas vital Labuan Bajo
 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa yang mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una terjadi akibat pergerakan sesar lokal.

Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa mekanisme sumber gempa merupakan hasil dari pergerakan normal.

BMKG menyebutkan ada dua kemungkinan terkait jalur sesar lokal tersebut. Pertama, dari terusan Banggai dan kedua sesar tersebut membelah Kabupaten Tojo Una-Una dari selatan ke utara.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021