IRT di Palangka Raya meninggal di rumah diduga terpapar COVID-19

IRT di Palangka Raya meninggal di rumah diduga terpapar COVID-19

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri. ANTARA/Adi Wibowo.

Palangka Raya (ANTARA) - Seorang ibu rumah tangga di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang meninggal dunia di rumahnya sendiri di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, diduga karena terpapar atau positif COVID-19.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri di dampingi Kasat Reskrim Todoan Agung Gultom, Rabu, mengatakan IRT berinisial LN yang diduga COVID-19 meninggal di rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB.

"Informasi yang saya dapatkan. LN sudah dua hari terakhir mengalami sakit. Sakit yang dialaminya LN menunjukkan gejala COVID-19 seperti batuk, sesak nafas dan demam," kata Jaladri.

Dijelaskan Jaladri, sebelum dinyatakan meninggal dunia korban sudah menunjukkan gejala mengarah ke COVID-19. Namun yang bersangkutan saat sakit, tidak memeriksakan dirinya ke puskesmas terdekat atau rumah sakit, sehingga dirinya hanya memilih melaksanakan perawatan di rumahnya saja selama dua hari hingga meninggal.

LN sendiri di kediamannya tidak tinggal sendiri, melainkan bersama suami dan anaknya. Sehingga setelah dinyatakan meninggal dunia jenazah wanita tersebut dibawa ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya oleh petugas dengan menggunakan alat pelindung lengkap (APD).

"Jenazah LN kini sudah dibawa ke rumah sakit RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, untuk ditindaklanjuti," bebernya.

Baca juga: Level sebaran COVID-19 di Palangka Raya turun
Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Palangka Raya bertambah 29 menjadi 7.262


Ditegaskan perwira Polri berpangkat melati tiga itu, kurangnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan penyebaran COVID-19 harus menjadi perhatian semua kalangan masyarakat. Maka dari itu, apabila ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala terpapar COVID-19, alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

"Puskesmas juga melakukan pemeriksaan swab antigen sehingga dapat ditangani lebih lanjut," ungkapnya.

Jebolan Akpol 1995 itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilisasi di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

"Ketika beraktivitas wajib terapkan protokol kesehatan, perbanyak cuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan agar tidak mudah terpapar wabah tersebut," demikian Jaladri.

Baca juga: Palangka Raya perlu tambahan RS perluasan tangani pasien COVID-19
Baca juga: Enam tenaga medis di Palangka Raya terpapar COVID-19
Baca juga: Pemkot "jemput bola" vaksinasi COVID-19 bagi pengunjung kafe
Pewarta : Kasriadi/Adi Wibowo
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021