Psikolog UI: Mental nakes perlu diperhatikan dalam tangani pandemi

Psikolog UI: Mental nakes perlu diperhatikan dalam tangani pandemi

Ilustrasi - Perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus COVID-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, (5 Juni 2020). ANTARA FOTO/FB Anggoro/pras

Jakarta (ANTARA) - Psikolog dari Universitas Indonesia Yudiana Ratnasari menyampaikan bahwa kesehatan mental dan fisik tenaga kesehatan perlu diperhatikan agar maksimal dalam menangani pandemi.

"Tanpa kesehatan mental yang baik susah bagi nakes berkontribusi secara maksimal. Penting untuk menjaga semangat mereka agar tetap siap fisik dan mental," ujar dalam media briefing bertema "Bergandeng Tangan, Menyelamatkan Nyawa: Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Perkuat Puskesmas" dipantau via daring di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan tenaga kesehatan yang terjun langsung menangani pasien COVID-19 tidak hanya khawatir terhadap kondisinya, tetapi juga khawatir membawa atau menularkan virus pada keluarganya maupun lingkungannya.

Menurut dia, tekanan fisik dapat muncul karena banyaknya jumlah pasien yang harus ditangani.

Ia menambahkan, gejala psikologis juga dapat muncul dalam bentuk rasa takut terhadap penularan yang menimbulkan kecemasan.

Ia mengharapkan pihak keluarga tenaga kesehatan dan lingkungannya tetap dapat memberikan semangat untuk menjaga fisik dan mentalnya tetap baik. "Itu merupakan recharge energi yang luar biasa tenaga kesehatan," ucapnya.

Baca juga: PPNI ungkap kondisi nakes saat ini alami beban mental
Baca juga: Penelitian FKUI catat 83 persen nakes alami kelelahan tingkat sedang


Ia pun mengapresiasikan sejumlah pihak yang memberikan layanan konseling bagi tenaga kesehatan agar mentalnya tetap terjaga dengan baik dalam menghadapi pandemi.

Sebelumnya, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan tim psikolog untuk pasien COVID-19, keluarga, masyarakat hingga tenaga kesehatan yang berpotensi mengalami gangguan psikologis selama pandemi COVID-19.

Kepala Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Fakultas Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari mengatakan tim yang disiapkan terdiri dari para mahasiswa magister psikologi maupun psikolog dari UGM dan rekanan.

"Kami memiliki 55 psikolog internal dan nanti bisa melibatkan psikolog rekanan jika diperlukan," kata dia.

Menurut dia, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan bisa mengakibatkan gangguan psikologis, baik bagi pasien, keluarga, masyarakat hingga tenaga kesehatan sehingga memerlukan penanganan.

Baca juga: 15 ribu produk susu cair dukung logistik nakes tangani COVID-19
Baca juga: Danareksa berikan bantuan untuk nakes dan penyandang disabilitas
Baca juga: BerIkan untuk Indonesia, bantu nutrisi nakes saat pandemi COVID-19
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021