Wagub: Data ganda penerima bansos segera diselesaikan

Wagub: Data ganda penerima bansos segera diselesaikan

Pengurus RT memindahkan beras yang siap disalurkan kepada warga di kawasan RW 01 Kelurahan Cakung Barat, Jakarta, Kamis (29/7/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, data ganda penerima bantuan sosial (bansos) PPKM Level 4 segera diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Sosial.

"Memang terjadi data ganda, data yang beras, yang kami terima, dengan data kami dobel, ganda dan itu sedang dipadankan. Insya Allah dalam beberapa waktu selesai," kata Riza di Jakarta, Sabtu.

Riza menyampaikan bahwa saat ini memang terjadi masalah dalam data penerima bantuan sosial antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Kementerian Sosial (Kemensos) sekitar lima persen.

"Tahun ini memang karena kemarin ada bantuan sosial tunai, ada data bantuan beras yang 10 kilogram dari Kemensos, dari kita dan dari Bulog, nah ini perlu dipadankan," katanya. 

Datanya masing-masing ada perbedaan sekitar lima persen. "Ini sedang diselesaikan sebaik mungkin, Insya Allah tidak ada masalah," katanya. 

Riza menyampaikan bahwa pemadanan tersebut akan cepat diselesaikan karena penting dalam distribusi bantuan untuk mencegah adanya penerima ganda.

Baca juga: DKI salurkan bansos bagi lansia, disabilitas, dan anak

Selama proses pemadanan, Pemprov DKI selalu berkoordinasi dengan Kemensos dan dia juga memastikan tidak menghambat proses pendistribusian bantuan.

"Diselesaikan dulu yang ganda, dicek kembali, selama ini tidak ada masalah. Tahun lalu tidak ada masalah, kami tahun lalu sudah berkoordinasi juga dengan Kemensos, tidak ada masalah terkait pendataan," kata Riza.

Dinas Sosial DKI Jakarta telah mendistribusikan bantuan sosial berupa beras kepada 907.636 kepala keluarga (KK) sejak 29 Juli 2021 dan pendistribusian akan berakhir 17 Agustus.

Dalam bantuan ini juga masing-masing kepala keluarga mendapat 10 kilogram beras premium.

"Masing-masing KK akan menerima 10 kilogram beras jenis premium," kata Kepala Dinas Sosial, Premi Lasari, Rabu (28/7).

Premi mengatakan, sedianya jumlah penerima manfaat bantuan sosial non tunai di Jakarta berjumlah 1.007.379 kepala keluarga (KK). Namun sebanyak 99.743 kepala keluarga belum dapat diberikan bantuan karena adanya potensi duplikasi dengan penerima bansos non tunai dari Kementerian Sosial.

Baca juga: Dinsos DKI: 99.763 KK masih belum dapat bansos beras

Dinas Sosial telah memiliki data "By Name By Address" (BNBA) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos Beras ini, yang disampaikan kepada penyedia, yaitu Pasar Jaya dan Food Station untuk disalurkan pada lokasi RW.

Setelah itu, kata Premi, RW akan kembali melakukan pengecekan jumlah dan kondisi paket. Lalu menandatangani Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima (BAPST) dan disalurkan kepada KPM sesuai BNBA.

Penyaluran beras dilakukan oleh Perumda Pasar Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya sampai tingkat RT dan RW. Selanjutnya disalurkan sampai kepada KPM oleh perangkat RT dan RW.

Sebelum hari penyaluran, perangkat RT dan RW juga telah diinfokan daftar nama penerima bantuan beras.

Untuk itu perangkat RT dan RW diharapkan dapat menghubungi KPM yang pindah alamat untuk datang mengambil beras sesuai jadwal dan menandatangani tanda terima telah menerima beras.

"Apabila KPM susah dihubungi, maka perangkat RT dan RW dapat mengembalikan beras kepada Perumda Pasar Jaya/ PT Food Station Tjipinang Jaya," katanya.

BSNT disalurkan kepada masyarakat yang berada di 5 wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu sebanyak 907.616 kepala keluarga. Jakarta Pusat sebanyak 50.526 KK, 
Jakarta Utara (181.367) dan Jakarta Barat (73.948).

Jakarta Selatan sebanyak 142.029 KK, Jakarta Timur (457.250) dan Kepulauan Seribu sebanyak 2.496 KK.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021