Tempat tidur untuk pasien COVID-19 di RSUD mulai banyak yang kosong

Tempat tidur untuk pasien COVID-19 di RSUD mulai banyak yang kosong

Suasana di depan Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/7/2021). ANTARA/Sihol Hasugian/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng Jakarta Barat mulai banyak yang kosong jika dibandingkan dengan beberapa hari lalu.

Berdasarkan data yang terlampir di website resmi pemerintah http://eis.dinkes.jakarta.go.id/bed/ pada Senin (9/8) pukul 10.32, ruang isolasi tanpa tekanan negatif tersedia 156 tempat tidur dari total 221.

Untuk ruang ICU tekanan negatif tanpa ventilator sendiri terdapat 36 tempat tidur kosong dari 86 tempat yang tersedia.

Baca juga: Wagub DKI: Penurunan BOR berkat partisipasi masyarakat

Selain itu, ruang ICU tanpa tekanan negatif dan ventilator memiliki empat tempat tidur kosong dari 12 tempat tidur yang telah tersedia.

Sedangkan untuk ruang ICU tekanan negatif dengan ventilator hanya tersedia satu tempat tidur kosong dari 14 tempat yang tersedia.

Jumlah tersebut terlihat lebih lenggang jika dibandingkan dengan kondisi pada Kamis (29/7).

Baca juga: Tingkat keterisian tempat tidur RS di Jakarta turun jadi 62 persen

Dari data yang dihimpun website yang sama, Tercatat masih ada beberapa tempat tidur yang penuh, yakni ICU tekanan negatif dengan ventilator sebanyak 14 tempat tidur, ICU tekanan negatif tanpa ventilator mencapai empat tempat tidur dan ICU tanpa tekanan negatif dengan ventilator sekitar 12 tempat tidur.

Dari data tersebut, tampak terjadi penurunan pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Cengkareng.

Penurunan kasus COVID-19 pun sebelumnya sempat dibenarkan oleh Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto pada Jumat (6/8).

Dari data yang disampaikan Uus Kuswanto, jumlah kasus aktif sebanyak 3.588 kasus. Padahal, kasus aktif pada Kamis tercatat sebanyak 4.041 orang.

Baca juga: Jakarta kemarin, warga meninggal saat isoman hingga keterisian RS

Secara demografi, mayoritas pasien positif berumur 19 sampai 59 tahun dengan jumlah 2.512 kasus. Di posisi kedua tercatat pada usia 60 tahun ke atas dengan jumlah kasus 493 diikuti usia 6-18 sebanyak 478 kasus.

Sedangkan di posisi terakhir ditempati pasien dengan usia 0 sampai 5 tahun dengan 105 kasus.

Menurut Uus, menurunnya kasus positif di wilayah berkat program Pemberlakuan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain itu, program vaksinasi massal yang digaungkan pemerintah pusat juga dinilai jadi faktor utama menurunnya kasus positif.

"Kami tetap imbau masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Demi kesehatan dan keamanan kita juga. Gerai vaksin sudah tersedia di setiap kecamatan," kata Uus.
Pewarta : Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021