LaNyalla ingin Pertamina mampu jaga produksi pengelolaan Blok Rokan

LaNyalla ingin Pertamina mampu jaga produksi pengelolaan Blok Rokan

Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti (ANTARA/HO-DPR RI)

Surabaya (ANTARA) - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengutarakan harapannya agar Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai transisi pengelola Blok Rokan mampu menjaga dan mempertahankan momentum produksi, di tengah kembalinya blok itu ke Indonesia dari PT Chevron Pacific Indonesia (PCI).

“Dalam beberapa kasus, dalam proses transisi tidak jarang produksi mengalami decline (penurunan). Tetapi biasanya mampu naik kembali setelah beberapa waktu. Nah, menjaga momentum agar tidak decline itu yang penting diperhatikan oleh PHR,” kata LaNyalla, dalam siaran persnya yang diterima di Surabaya, Senin.

LaNyalla yang tahun lalu sudah mengunjungi PT PCI jelang masa transisi ke PHR itu mengapresiasi kembalinya blok itu ke Indonesia, dan proses pergantian pengelola sudah biasa, seperti pernah terjadi sebelumnya di Blok Mahakam dan Blok Sanga-Sanga.
Baca juga: Menteri ESDM minta Pertamina tingkatkan produksi Blok Rokan

Ketua DPD RI berpesan kepada seluruh karyawan PCI, khususnya warga negara Indonesia, untuk tetap bersemangat dalam melakukan pekerjaan, walaupun di dalam proses transisi. Karena, dalam sejarahnya, karyawan dari Kontrak Kerjasama yang habis masa kontraknya, umumnya lebih banyak yang dipertahankan.

Senator asal Jawa Timur itu juga berpesan kepada PHR untuk meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah. Terutama, dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas Blok Rokan.

“Saat itu saya sudah ingatkan untuk mengutamakan vendor lokal, dari Riau sendiri, ketimbang vendor dari luar Riau atau Jakarta. Ini penting, sebagai bagian manfaat langsung bagi daerah. Kalau kendalanya vendor lokal belum siap, lakukan pemberdayaan. Pemda juga harus turun membantu,” katanya.
Baca juga: DPR harap alih kelola Blok Rokan beri kontribusi bagi Indonesia

Seperti diketahui, Blok Rokan dioperasikan Chevron sejak Indonesia belum merdeka, tepatnya pada tahun 1924. Saat itu, Chevron yang merupakan perusahaan minyak terbesar di Indonesia tersebut pertama berdiri saat masih bernama Standard Oil Company of California (Socal).

PT Chevron Pacific Indonesia telah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia hingga Pemprov Riau dalam memberikan kepercayaan kepada Chevron selama 97 tahun untuk menghasilkan minyak di Indonesia.

Selain melakukan eksplorasi dan produksi minyak bumi, seluruh sarana prasarana yang juga dibangun Chevron disebut menjadi warisan penting untuk warga Riau dan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Menteri ESDM: Alih kelola Blok Rokan jadi sejarah bagi Indonesia
Baca juga: Anggota DPR minta Pertamina tambah investasi pengeboran Blok Rokan
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2021