Ekspor karet Sumsel terus membaik di tengah pandemi

Ekspor karet Sumsel terus membaik di tengah pandemi

Pekerja menyadap getah karet di kawasan perkebunan di Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Rabu (5/4). (ANTARA FOTO/Feny Selly/kye/17)

Palembang (ANTARA) - Ekspor karet Provinsi Sumatera Selatan terus membaik di tengah pandemi COVID-19 seiring dengan pulihnya permintaan dari negara tujuan.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel diketahui pada Semester I/2021 terjadi peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun.

Terhitung Januari-Juni 2021 mampu mengekspor 501.651 ton atau melampaui tahun lalu yang hanya 414.956 ton.

Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy di Palembang, Sabtu, mengatakan secara kuantitas maupun harga jual juga jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu kami sangat terpukul dengan adanya lockdown dari negara-negara pengimpor karet, di samping harga juga sangat rendah,” kata dia.

Baca juga: Gapkindo: harga ekspor karet bergerak naik

Menurut Alex saat ini pembelian dari negara tujuan sudah kembali normal. Begitu pula dengan harga di pasar Singapore Commodity Exchange (Sicom) yang rata-rata senilai 1,65 dolar AS per kilogram.

Adapun pasar utama untuk ekspor karet adalah Tiongkok.

Ia memaparkan produksi pabrik karet di Sumsel lebih dari 90 persen diserap oleh pasar ekspor. Adapun produksi total karet mencapai 521.819 ton.

Alex mengemukakan saat ini pabrik di Sumsel berupaya untuk menjaga produksi. Pasalnya, di tengah pulihnya kondisi negara tujuan, Sumsel masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Saat ini PPKM level 4, industri esensial hanya boleh produksi dengan 50 persen pekerja. Secara teori ini akan menekan produksi karet,” kata dia.

Baca juga: Sumsel dorong hilirisasi karet, siapkan dua produk unggulan

Oleh karena itu, ia mengemukakan, pengusaha karet di Sumsel fokus untuk mengurangi pekerja yang tidak berhubungan dengan produksi. Sehingga aturan PPKM tidak berdampak signifikan terhadap produksi karet.

“Kondisi sekarang berbeda dengan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), industri karet masih diizinkan produksi normal dengan protokol kesehatan ketat,” katanya.

Namun demikian, kata Alex, para pengusaha karet optimistis kinerja produksi maupun ekspor sepanjang tahun ini sesuai target. Pada tahun lalu, ekspor karet asal Sumsel tercatat sebanyak 918.674 ton.

“Mudah-mudahan ekspor bisa tembus di atas 900.000 ton,” kata dia.

Baca juga: Sumatera Selatan perluas pasar ekspor ke Timur Tengah

Baca juga: Nilai ekspor karet Sumut kuartal 1 tahun 2021 naik 63,83 persen

Baca juga: Volume ekspor karet Sumut tumbuh 3,4 persen


 
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021