Kemarin, strategi epidemi hingga penanganan stunting

Kemarin, strategi epidemi hingga penanganan stunting

Tangkapan layar Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim di Jakarta, Rabu (18/8/2021. (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora yang mendapat perhatian pembaca pada Senin (23/8) serta masih menarik untuk disimak mulai dari strategi hidup berdampingan dengan epidemi, refocusing APBN, produk riset, kasus penularan COVID-19 di pabrik menurun hingga penanganan stunting.

Berikut ini sejumlah rangkuman berita humaniora kemarin:

1. Menkes kemukakan strategi hidup berdampingan dengan epidemi COVID-19

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan tiga strategi hidup berdampingan bersama epidemi COVID-19 yang bertujuan untuk menyeimbangkan kehidupan yang sehat serta bermanfaat secara ekonomi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

2. Refocusing APBN tak berdampak pada program prioritas, sebut Nadiem

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan refocusing anggaran tidak berdampak pada program prioritas kementeriannya.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

3. BRIN: Produk riset Indonesia harus capai standar global

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan produk riset dan inovasi Indonesia harus mencapai standar global, selain bermanfaat untuk menjawab masalah dan kebutuhan masyarakat, untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

4. Kasus penularan COVID-19 di pabrik turun menurut survei KSPI

Hasil survei yang dilakukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada serikat pekerja di sekitar 400 perusahaan menunjukkan bahwa kasus penularan COVID-19 di lingkungan pabrik sudah menurun, kata Presiden KSPI Said Iqbal.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

5. Mendes sebut konvergensi stunting anak naik menjadi 32,96 persen

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan bahwa konvergensi stunting (kekerdilan anak) terhadap anak di bawah usia 2 tahun naik menjadi menjadi 32,96 persen dari 27,34 persen.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021