Polres Rejang Lebong tangkap tujuh terduga pelaku pembalakan liar TNKS

Polres Rejang Lebong tangkap tujuh terduga pelaku pembalakan liar TNKS

Barang bukti kayu olahan yang diamankan tim Operasi Wanalaga Nala 2021 Polres Rejang Lebong. ANTARA/Nur Muhamad.

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Polda Bengkulu menangkap tujuh orang dalam kasus dugaan pembalakan liar dan kepemilikan satwa dilindungi di wilayah ini.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno diwakili Kabag Ops AKP Margopo, didampingi Kanit Tipidter Ipda Ibnu Sina Alfarobi, di Mapolres Rejang Lebong, Selasa, mengatakan tujuh orang terduga pelaku pembalakan liar dan kepemilikan satwa dilindungi itu ditangkap oleh petugas yang tergabung dalam Operasi Wanalaga Nala 2021 yang dilaksanakan 13-28 Agustus 2021.

"Dari tujuh orang ini, tiga di antaranya sudah masuk target operasi atau TO yang terdiri dari dua orang TO masalah kehutanan, dan satu orang lagi merupakan TO kepemilikan satwa dilindungi, sedangkan empat orang tersangka lainnya merupakan non TO," kata dia.

Dia menjelaskan, selain mengamankan tujuh orang sebagai tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti sebanyak 5 meter kubik kayu olahan jenis meranti dan medang, serta dua ekor satwa dilindungi jenis elang hitam dan putih.

Temuan barang bukti kayu olahan tersebut, kata dia, diduga hasil pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berada di Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, mengingat masyarakat sekitar lokasi penemuan tidak ada yang mengakui sebagai pemiliknya. Kayu temuan ini selanjutnya diamankan di mapolres setempat.

Sedangkan barang bukti dua ekor satwa dilindungi saat ini masih dilakukan karantina di Kantor BKSDA Seksi Wilayah I Bengkulu-Lampung, sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Operasi Wanalaga yang digelar pihaknya itu, kata Margopo, melibatkan 28 personel Polres Rejang Lebong.

Ia memperkirakan barang bukti dan tersangka dalam operasi itu masih akan bertambah hingga batas akhir operasi yang menyasar pelaku tindak pidana kehutanan, masalah KSDA termasuk flora dan fauna.

Selain menyasar pelaku pembalakan dan perambahan hutan, tim ini juga akan menyasar usaha depot kayu maupun usaha pengolahan kayu (sawmill) yang beroperasi di wilayah ini, guna mencari bahan baku yang mereka jual berasal dari mana serta perizinan usaha masing-masing.
Baca juga: Polisi menetapkan satu tersangka pembalakan liar di Mukomuko
Baca juga: Petugas gabungan siapkan razia perambah hutan TNKS
Pewarta : Nur Muhamad
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021