Polisi akui sempat kekurangan dokter dan relawan vaksin COVID-19

Polisi akui sempat kekurangan dokter dan relawan vaksin COVID-19

Warga mengikuti program Vaksin Merdeka di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (5/8/2021). ANTARA/HO-Polsek Kalideres.

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat mengakui sempat kekurangan tenaga dokter dan relawan untuk melakukan vaksinasi selama program "Vaksin Merdeka" pada sekitar pertengahan Juli 2021 karena banyak juga dari mereka yang terpapar COVID-19.

"Kami sempat kekurangan. Jadi, empat gerai vaksin dijaga oleh satu dokter dan beberapa relawan. Ini terjadi pada pertengahan Juli lalu," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, di  Jakarta, Rabu.

Praktik di lapangan, kata Ady, sempat waktu itu satu dokter mengawasi gerai vaksin secara bergantian dan berpindah tempat agar  empat gerai ini saat itu bisa berjalan dengan mekanisme sesuai medis.

Oleh karena itu, lanjutnya, pelayanan di beberapa gerai vaksin sempat terhambat karena dokter harus berpindah-pindah melayani masyarakat.

Bahkan, Kata Ady, satu gerai di Jakarta Barat sempat tidak memiliki dokter sehingga proses vaksinasi warga terhambat.

Baca juga: Ini inovasi Polres Jakarta Barat agar warga mau vaksin

"Ada satu satu posko, dokter tidak hadir sehingga satu dokter itu harus bisa menangani tiga sampai empat gerai. Itulah salah kendala saat itu," kata Ady.

Bukan hanya dokter, pihaknya juga kekurangan tenaga relawan yang bertugas di setiap gerai vaksin. Beberapa dari tenaga relawan tersebut tidak bisa bekerja secara penuh di gerai vaksin.

"Mereka adalah relawan-relawan yang mendarmabaktikan waktu senggangnya sehingga tidak bisa tiap hari," jelas Ady.

Ady memastikan akan merekrut relawan dan berkoordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat terkait kebutuhan dokter di program vaksin massal tahap dua.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat Kristi Wathini mengatakan sebanyak 1.300 tenaga kesehatan dinyatakan sudah sembuh dari COVID-19.

Baca juga: Program Vaksin Merdeka Jakarta Barat kini menyasar santri

Tim garda terdepan tersebut terpapar saat puncak kasus COVID-19 di DKI Jakarta meninggi pada awal Juli lalu.

"Jadi, ada 1.700 yang terpapar. Alhamdulillah sekarang 1.300 sudah sembuh, jadi tinggal 200-an yang belum sembuh," kata Kristy saat ditemui di lokasi vaksinasi massal kawasan Kalideres, Jakarta Barat, (2/8)

Kristy menuturkan jumlah sisa tenaga kesehatan yang masih terpapar COVID-19 menjalani isolasi pada beberapa rumah sakit yang tersebar di Jakarta.
Pewarta : Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021