Pengamat: Sertifikasi CHSE tingkatkan daya saing

Pengamat: Sertifikasi CHSE tingkatkan daya saing

Foto udara suasana kawasan wisata Pantai Legian di Badung, Bali, Senin (26/7/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.

Purwokerto (ANTARA) - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Chusmeru mengingatkan bahwa sertifikasi CHSE atau cleanliness, health, safety, and environmental sustainability dapat meningkatkan daya saing objek wisata.

"Selain meningkatkan daya saing, sertifikasi CHSE juga akan menggambarkan kesiapan tuan rumah dalam menyambut wisatawan," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Rabu.

Untuk itu, pengelola hotel, restoran, biro perjalanan dan objek wisata, kata dia, perlu segera mendapatkan sertifikat tersebut.

"Apalagi program sertifikasi yang dilakukan Kemenparekraf ini tidak dipungut biaya sama sekali. Maka, tidak ada alasan lagi bagi para pelaku usaha pariwisata untuk tidak mendaftarkan diri dalam program sertifikasi CHSE, karena ini satu keniscayaan dalam pariwisata ke depan," katanya.

Baca juga: Sandiaga: 4.771 pelaku industri telah daftar sertifikasi CHSE

Dia menambahkan, pada masa yang akan datang setiap komponen dalam pariwisata harus mengutamakan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan berorientasi pada kelestarian lingkungan.

"Akan ada perubahan perilaku dalam berwisata, di mana keselamatan dan kesehatan dalam berwisata adalah hal yang sangat penting. Begitu pula destinasi wisata yang dikembangkan dengan berorientasi pada kelestarian lingkungan merupakan modal penting dalam usaha wisata," katanya.

Dengan demikian, pelaku wisata harus segera menyesuaikan diri dengan arah perubahan perilaku wisatawan dan konsep pengembangan pariwisata ke depan.

"Pada dasarnya kecenderungan seperti ini terjadi hampir di semua destinasi wisata di dunia. Semua pelaku wisata berlomba untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisatanya sebagai produk yang telah tersertifikasi," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa penerapan protokol kesehatan harus dilembagakan oleh pemerintah pusat dan daerah, antara lain dengan membentuk satuan tugas CHSE di masing-masing daerah.

"Bila CHSE sudah terlembaga maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengidentifikasi pasar wisata mengingat beberapa destinasi wisata di daerah dikhawatirkan kehilangan pasar wisatanya selama pandemi COVID-19," katanya.

Menurutnya, sertifikasi CHSE dapat berkontribusi pada upaya meningkatkan kepercayaan konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Karena itu, langkah pemerintah yang tengah mendorong sertifikasi CHSE sudah tepat dan perlu diapresiasi," katanya.

Baca juga: Sandiaga tekankan pentingnya aspek kesehatan di sektor pariwisata
Baca juga: Hotel dengan standar CHSE lebih diminati
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021