Seorang pria diduga palak pekerja proyek pembangunan di kawasan Joglo

Seorang pria diduga palak pekerja proyek pembangunan di kawasan Joglo

Ilustrasi pemerasan (ANTARA/ dok)

Jakarta (ANTARA) - Seorang pria terekam kamera CCTV diduga memalak pekerja sebuah proyek pembangunan di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Video tersebut pun viral di media sosial setelah diposting akun Instagram @kamerapengawas pada Rabu, (25/8).

Baca juga: Polsek Kembangan amankan oknum ormas bersenjata tajam palak warga

Tampak dalam video, pria tersebut memakai kemeja lengan panjang berwarna abu-abu dan memakai masker di wajah. Dia berbicara dengan nada sedikit tinggi kepada seorang perempuan berkerudung yang diduga sebagai staf dari proyek pembangunan tersebut.

Perempuan berkerudung itu pun memberikan secarik kertas kepada pria tersebut. Namun setelah kertas itu diberikan, tampak pria tersebut seperti memaki wanita berkerudung itu.

Pria tersebut pun kemudian pergi meninggalkan wanita tersebut sambil membawa secarik kertas yang telah dia terima.

Baca juga: Pelaku pemalakan sopir truk di Cakung ditangkap sejam setelah viral

Kanit Polsek Kembangan AKP Ferdo mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan pemalakan tersebut.

Dari informasi yang diterima polisi, pria yang melakukan pemalakan tersebut mengaku sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas) di wilayah setempat.

Baca juga: Viral pelaku pemalakan supir truk diciduk PolsekTambora

Pelaku diduga kerap meminta uang ke pihak proyek dengan alasan untuk keamanan. Nominal yang diminta pun diakui Ferdo cukup besar.

Kini polisi sudah mengantongi identitas pelaku pemeras tersebut. Hingga saat ini petugas di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kita sudah mengetahui ciri-ciri pelaku, saat ini kita mengumpulkan bukti-bukti baik itu saksi yang ada di sana," kata Ferdo.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk melapor ke polisi jika menemukan praktek pemalakan di lingkungan permukiman.
 
Pewarta : Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021