BLUD KKP evakuasi bangkai Hiu Paus di Raja Ampat

BLUD KKP evakuasi bangkai Hiu Paus di Raja Ampat

Bangkai Hiu Paus yang terdampar di perairan Raja Ampat akan dievakuasi oleh Tim Jaga Laut BLUD KKP Raja Ampat, Kamis (26/8). ANTARA/Ernes Broning Kakisina.

Sorong (ANTARA) - Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat melakukan evakuasi bangkai Hiu Paus yang ditemukan terapung di perairan Raja Ampat.

Kepala BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat, Safri di Waisai, Kamis, mengatakan, pada Rabu (25/8) masyarakat melaporkan ada bangkai  Hiu Paus terapung di perairan depan Pulau Gam Tim Jaga Laut langsung bergerak untuk melakukan evakuasi bangkai hiu tersebut.

Namun, kata dia, setiba di lokasi penemuan bangkai Hiu Paus di depan Pulau Gam sesuai dengan laporan yang diterima dari masyarakat, bangkai Hiu Paus tersebut sudah hanyut terbawa arus.

Kemudian Tim Jaga Laut BLUD UPTD KKP Raja Ampat yang dibantu oleh Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (Loka PSPL) Sorong langsung melakukan pencarian hingga ditemukan sore hari di Kampung Arborek.
 
Bangkai Hiu Paus terdampar di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (26/8). ANTARA/ Ernes Broning Kakisina


"Hari ini tim telah melakukan evakuasi bangkai paus tersebut ke daratan untuk dimusnahkan," katanya.

Baca juga: Nelayan temukan mamalia diduga paus sperma mati di pantai Sumba Tengah
Baca juga: Nelayan di Sumba Tengah lakukan ritual adat untuk bakar bangkai paus


Dia menjelaskan bahwa ada tiga cara pemusnahan yang didiskusikan oleh BLUD UPTD KKP Raja Ampat dan Loka PSPL Sorong yakin pertama pemusnahan dengan cara dikubur, dibakar, dan dibiarkan membusuk secara alami pada satu tempat.

Menurutnya, cara pertama dan kedua itu sangat susah. Cara pertama dikubur tim harus mencari alat berat diangkut ke pulau agar bisa menggali lobang untuk ditimbun karena Hiu Paus tersebut sangat besar.

Sedangkan cara kedua yakni membakar, tim harus menyediakan kayu bakar begitu banyak dan juga bahan bakar minyak. Serta dikhawatirkan cara membakar dapat menyebabkan pencemaran lingkungan sekitar di pulau.

Karena itu, tambah dia, tim memilih pemusnahan dengan cara ketiga yakni bangkai Hiu Paus tersebut diseret ke daratan ditaruh pada suatu tempat dan dibiarkan dagingnya membusuk secara alami. Kemudian tulang Hiu Paus tersebut akan digunakan untuk kepentingan budaya.

Baca juga: Seekor paus ditemukan mati terdampar di pantai Lombok Utara
Baca juga: KKP tingkatkan sinergi tangani paus terdampar di Denpasar Bali
Baca juga: Seekor paus sperma mati terdampar di Timor Tengah Utara
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021