BP Batam imbau warga hentikan penambangan pasir dekat waduk

BP Batam imbau warga hentikan penambangan pasir dekat waduk

Waduk Muka Kuning Batam, Provinsi Kepulauan Riau. (FOTO ANTARA/ HO-BP Batam)

Batam, Kepri (ANTARA) - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, Kepulauan Riau mengimbau warga untuk menghentikan kegiatan penambangan pasir di sekitar waduk agar tidak merusak ketersediaan air bersih.

"BP Batam mengimbau masyarakat untuk menghentikan kegiatan serupa atau kegiatan ilegal lainnya di sekitar waduk agar ketersediaan air waduk tetap terjaga," kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait, Selasa di Batam.

BP Batam mengingatkan waduk merupakan satu-satunya sumber air bagi seluruh penduduk Batam. Selain itu, waduk merupakan sumber kehidupan dan kebutuhan vital di Batam sehingga pemeliharaan waduk tidaklah mudah

"Bukan perihal berapa nilai atau materi atau sejumlah dana yang akan digelontorkan guna menjaga waduk tetap layak, tapi juga usaha petugas dan BP Batam menjaganya dari kerusakan yang ditimbulkan oleh pihak tertentu, sebut saha para penambang pasir," katanya

Ia mengatakan penambangan pasir yang terjadi di waduk-waduk Kota Batam berbahaya bagi ketahanan dan usia waduk.

Keberadaan tambang pasir di sekitar waduk juga bisa menyebabkan sedimentasid dan menurunkan kualitas air baku. Terutama saat hujan turun. Pasir yang telah ditambang akan mengalir ke waduk dan menjadi lumpur.

Selain mempengaruhi air baku, aktivitas penambangan pasir ilegal juga menyebabkan air di pesisir pantai menjadi kotor dan keruh.

"Untuk menjaga umur waduk dari sedimentasi penambang pasir, BP Batam melakukan patroli setiap hari," demikian Ariastuty Sirait.

Baca juga: Modifikasi cuaca tingkatkan tinggi muka air seluruh waduk di Batam

Baca juga: Rusun BP Batam disiapkan sebagai lokasi isolasi positif COVID-19

Baca juga: Modifikasi cuaca BPPT berhasil tingkatkan volume waduk di Batam


Baca juga: Pemkot Batam siapkan Rusun BP jadi tempat isolasi COVID-19
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021