Rumah Oksigen Gotong Royong juga sebagai fasilitas isolasi terpusat

Rumah Oksigen Gotong Royong juga sebagai fasilitas isolasi terpusat

Aktivitas tenaga medis di Rumah Oksigen Gotong Royong di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. ANTARA/Tim Komunikasi Rumah Oksigen Gotong Royong.

Jakarta (ANTARA) - Rumah Oksigen Gotong Royong yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, sekarang bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas isolasi terpusat bagi pasien COVID-19 bergejala ringan sebagaimana imbaun pemerintah yang disampaikan hari Minggu (27/8).

Rumah Oksigen Gotong Royong itu merupakah hasil kerja sama GoTo Group, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, PT Aneka Gas Industri Tbk (Samator Group), Master Steel, Tripatra Engineers and Constructors, Halodoc beserta Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) yang bahu-membahu antara pihak swasta, pemerintah, dan mitra strategis dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid dalam pernyataan pers Rabu mengatakan bahwa menyediakan Rumah Oksigen Gotong Royong sebagai isolasi terpusat ibarat "sedia payung sebelum hujan". Keberadaannya sangat membantu penangangan pasien COVID-19 saat terjadi lonjakan seperti beberapa waktu lalu ketika bed occupancy rate (BOR) tinggi di rumah sakit.

Baca juga: Rumah Oksigen Gotong Royong bisa diakses lewat Halodoc

"Kita tetap harus waspada meski jumlah kasus menunjukkan tren penurunan karena pandemi belum berakhir," Arsjad mengingatkan dan kemudian menambahkan bahwa dengan adanya Rumah Oksigen Gotong Royong, masyarakat pun tidak perlu bingung mencari fasilitas isolasi mandiri yang dilengkapi dengan akses oksigen dengan pantauan langsung dari tenaga kesehatan.

Mewakili para inisiator, Arsjad juga menyampaikan penghargaan kepada puluhan perusahaan yang telah mendukung inisiatif Rumah Oksigen Gotong Royong. Inisiatif gotong-royong ini tidak akan terwujud dalam waktu singkat tanpa dukungan dan komitmen berbagai pihak swasta.

"Kami sangat berterima kasih kepada para donatur yang telah mendukung inisiatif ini. Ke depannya, inisiatif Rumah Oksigen Gotong Royong tetap akan berperan membantu penanganan pandemi COVID-19, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan oksigen, seperti penyediaan Rumah Oksigen mobile atau penyediaan oxygen concentrator," kata Arsjad.

Rumah Oksigen Gotong Royong yang terletak di kawasan Pulogadung memiliki akses oksigen langsung melalui pipanisasi dari pabrik PT Aneka Gas Industri Tbk (Samator Group). Operasional fasilitas ini dikelola oleh tenaga kesehatan berpengalaman dari RSDC Wisma Atlet, yang merupakan kolaborasi dari TNI, POLRI, IDI, dan relawan Kemenkes RI.

CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan, dengan adanya fasilitas isolasi di Rumah Oksigen Gotong Royong bisa meringankan kekhawatiran keluarga pasien dan mencegah penularan ke anggota keluarga lain yang serumah.

Pasien akan mendapatkan perawatan sesuai dengan panduan Kemenkes dan dipantau 24 jam oleh tenaga kesehatan dan dokter profesional. "Kami percaya dengan keberadaan ROGR akan mendukung upaya bangsa Indonesia untuk bangkit bersama dari Pandemi," katanya.

Apresiasi senada disampaikan Monica Oudang, Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa sebagai lead fundraiser inisiatif ROGR. "Kami sangat bangga sekaligus bersyukur atas antusiasme tinggi dan semangat gotong royong dari puluhan perusahaan yang mendukung pembangunan dan operasional Rumah Oksigen Gotong Royong."

Lebih dari 30 perusahaan telah memberikan dukungan terhadap Rumah Oksigen Gotong Royong. Rumah Oksigen Gotong Royong Pulogadung telah beroperasi sejak 2 Agustus lalu dan bisa merawat pasien yang memiliki gejala ringan COVID-19, dengan saturasi oksigen sama dengan atau lebih dari 90 persen, dan tidak memiliki komorbid/memiliki komorbid terkontrol.

Pasien yang dirawat di ROGR Pulogadung tidak akan dikenai biaya alias gratis dan mendapatkan makanan bergizi tiga kali sehari.

Baca juga: Pandemi, Pertamina salurkan 4.855 ton oksigen medis ke 504 rumah sakit

Baca juga: Tak ada cerita oksigen dan obat langka di Ibu Kota

Baca juga: TNI AL operasikan rumah oksigen di Surabaya
 
Pewarta : Suryanto
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021