Panglima TNI kembali tinjau langsung vaksinasi di Bantul

Panglima TNI kembali tinjau langsung vaksinasi di Bantul

Panglima TNI memberi arahan kepada para tenaga kesehatan dan warga saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (4/9/2021). ANTARA/HO-Puspen TNI.

Jakarta (ANTARA) - Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kembali meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu.

Panglima telah beberapa kali meninjau pelaksanaan vaksinasi di Bantul dalam beberapa bulan terakhir demi mendukung pemerintah setempat mengendalikan pandemi COVID-19.

Dalam kegiatan itu, Panglima TNI bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto memeriksa tiap tahapan vaksinasi COVID-19 di JEC Bantul.

Setidaknya ada 4.200 orang yang ditargetkan untuk divaksin di JEC Bantul per harinya. Sasaran vaksinasi adalah masyarakat umum, termasuk di antaranya mahasiswa, pelajar, remaja, dan orang lanjut usia (lansia).

Baca juga: Panglima TNI: Penanganan COVID-19 harus didukung semua elemen

Dalam kunjungan itu, Panglima TNI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator.

“Terima kasih para tenaga kesehatan yang dengan semangat melakukan tugasnya tanpa mengenal lelah,” kata dia ke para vaksinator.

Usai meninjau vaksinasi secara langsung, Hadi bersama rombongan juga melihat vaksinasi secara virtual di beberapa daerah di Yogyakarta.

Di Universitas Gadjah Mada, Sleman, kegiatan vaksinasi massal menargetkan 3.000 orang per hari, sementara di SMP 1 Wonosari, Gunung Kidul 1.600 orang.

Panglima TNI sejak awal pandemi COVID-19 rutin berkeliling ke daerah-daerah terutama yang masuk zona merah atau yang kasus konfirmasi positifnya masih tinggi demi mengawasi langsung pelaksanaan vaksinasi dan 3T di daerah tersebut.

3T merupakan kegiatan pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan yang menjadi program utama penanggulangan COVID-19.

Di Kulon Progo dan Gunung Kidul bulan lalu, Panglima TNI juga meninjau pelaksaan vaksinasi, pelacakan, dan kesiapan isolasi terpusat.

Menurut Panglima TNI, isolasi terpusat merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memantau kondisi pasien COVID-19 tanpa gejala dan mereka yang bergejala ringan demi mencegah risiko kematian.

Pasalnya, pasien COVID-19 yang menjalani isolasi secara terpusat akan mendapat perawatan dan pengobatan dari tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, Panglima TNI dalam berbagai kesempatan, termasuk di Kulon Progo dan Gunung Kidul, pada minggu lalu meminta masyarakat yang kena COVID-19 untuk menjalani perawatan di tempat-tempat isolasi terpusat daripada menjalani isolasi secara mandiri di kediaman masing-masing.

Baca juga: Panglima TNI tinjau vaksinasi di Manado
Baca juga: Panglima TNI minta Sulut tingkatkan rasio pelacakan COVID-19
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021