Kementan bangun 2.358 kampung hortikultura pada 2022

Kementan bangun 2.358 kampung hortikultura pada 2022

Petani mengoperasikan aplikasi pada telpon genggam saat menyiram tanaman hortikultura dalam metode pertanian cerdas berbasis teknologi atau smart farming di Desa Gobleg, Buleleng, Bali, Minggu (8/8/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp.

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menargetkan pembangunan 2.358 kampung hortikultura yang tersebar secara merata di seluruh Indonesia pada 2022 sebagai program untuk meningkatkan produktivitas komoditas subsektor hortikultura.

"Kami menargetkan 320 UMKM horti yang terdiri atas cabai olahan, bawang olahan, buah olahan dan sayuran serta tanaman obat. Semuanya masing-masing 80 unit," kata Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pembentukan kampung hortikultura in nantinya pemerintah akan memberikan satu paket bantuan lengkap dengan infrastruktur dan moda operasional seperti mobil angkut roda tiga untuk mempermudah pengambilan barang.

"Bantuan satu paket itu adalah bantuan lengkap untuk menumbuhkan UMKM mikro pertanian. Bahkan kami akan monitor perkembangannya secara intens melalui hortikultura war room dari pusat," katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema mendukung semua program Kementan dalam membangun sektor pertanian yang lebih baik. "Secara pribadi saya mendukung Kementan karena ada keseriusan dari kerja Bapak-Bapak sekalian," katanya.

Ia mengharapkan Kementan tetap memperhatikan terobosan, pendampingan, dan fasilitasi pascapanen khususnya terkait komoditas cabai. Anggota Komisi IV lainnya Bambang Purwanto mendukung perkembangan program pekarangan pangan lestari (P2L) yang mampu menumbuhkan ekonomi keluarga, khususnya para ibu rumah tangga dalam mendapatkan asupan sayur sehat.

"Saya dukung dan apresiasi program P2L Kementan karena mampu menumbuhkan ekonomi keluarga. Ini bagus sekali dan kalau bisa ditambah sehingga mengurangi beban ekonomi keluarga," kata dia.

Kementerian Pertanian juga menggunakan pagu anggaran sebesar Rp14,451 triliun yang dialokasikan pada program yang diprioritaskan untuk peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi pangan serta peningkatan nilai tambah, lapangan pekerjaan dan investasi di sektor rill serta industrialisasi.

Program prioritas Kementerian Pertanian yaitu untuk peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi pangan serta peningkatan nilai tambah, lapangan pekerjaan dan investasi di sektor rill serta industrialisasi.

Baca juga: Akademisi: Tanaman hortikultura perlu dikembangkan di tengah pandemi
Baca juga: Peningkatan produksi tanaman pangan-hortikultura tingkatkan daya saing
Baca juga: Kementan akan tambah food estate berbasis hortikultura
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021