Panglima TNI ingatkan jangan lengah terhadap penurunan kasus COVID-19

Panglima TNI ingatkan jangan lengah terhadap penurunan kasus COVID-19

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat memimpin rapat dengan Forkopimda Kalimantan Barat terkait penanganan COVID-19 dan vaksinasi di Kalimantan Barat, bertempat di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Kalbar, Rabu (8/9/2021). (ANTARA/HO-Puspen TNI)

Jakarta (ANTARA) -
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan semua komponen bangsa untuk tidak lengah terhadap penurunan kasus COVID-19 di Indonesia.
 
"Itu semua (penurunan kasus) berkat kerja keras semua pihak di 34 provinsi, namun tetap jangan lengah," kata Panglima TNI saat memimpin rapat dengan Forkopimda Kalimantan Barat terkait penanganan COVID-19 dan vaksinasi di Kalimantan Barat, bertempat di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Rabu.
 
Panglima TNI yang didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito menyebutkan penurunan kasus itu dapat terjadi karena semua elemen dapat mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk di antaranya pelaksanaan disiplin protokol kesehatan dan serbuan vaksinasi.

Baca juga: Panglima TNI-Kapolri dorong percepatan vaksinasi di Kalbar
 
Dia menekankan agar pelaksanaan "tracing" kontak erat di Kalbar perlu diperkuat, memperkuat upaya penanganan secara sinergi, dan serius sesuai kondisi wilayah masing-masing.
 
"Pentingnya mengedukasi masyarakat agar mau dirawat di isoter guna mencegah perburukan kondisi kesehatan pasien," kata Marsekal Hadi dalam siaran persnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ini mengingatkan Pangdam XII/Tanjungpura dan Kapolda Kalbar untuk terus membantu pemerintah daerah dalam mengatasi pandemi COVID-19 menjadi endemi.
 
"Kita harus optimistis. Pahami dengan cermat data-data yang ada sehingga kita bisa mengambil keputusan dengan tepat," tegas Panglima TNI.

Baca juga: Panglima TNI kembali tinjau langsung vaksinasi di Bantul
 
Panglima TNI menyampaikan bahwa pemda bersama instansi terkait, TNI-Polri, BNPB, dan Kemenkes harus meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam manajemen vaksinasi, termasuk di antaranya memperkuat nakes untuk vaksinasi.
 
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menjelaskan tentang penanganan pandemi COVID-19 di provinsi ini.

Baca juga: Panglima TNI tinjau vaksinasi di Manado
 
Dia menyebutkan berdasarkan data Kemenkes pada Selasa (7/9), saat ini Kalimantan Barat terdapat 629 kasus aktif. Secara rinci keseluruhan kasus konfirmasi 37.493 orang, kasus sembuh 35.878 orang, dan meninggal dunia 986 orang.
 
Penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Kalbar tak lepas dari sinergitas TNI-Polri, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan masyarakat, katanya.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021