KPK periksa sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo

KPK periksa sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo

Gedung Mapolres Kota Probolinggo. ANTARA/HO-Polresta Probolinggo/am.

Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di salah satu ruangan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa.

"Memang benar hari ini ada pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo sebagai saksi untuk tersangka Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari (PTS)," kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam pesan singkat yang diterima ANTARA di Kota Probolinggo.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah pejabat yang diperiksa untuk dimintai keterangan yakni Sekretaris daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono dan Kepala BKD Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin.

Baca juga: KPK perpanjang penahanan 22 tersangka kasus jabatan Pemkab Probolinggo

Baca juga: KPK dalami pengusulan nama kasus jual beli jabatan Pemkab Probolinggo


Pemeriksaan sejumlah pejabat tersebut, terkait dengan kasus dugaan suap seleksi jabatan kepala desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 yang menjerat 22 tersangka yang kini sudah ditahan oleh KPK.

Sementara Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian saat dikonfirmasi terkait informasi sejumlah pejabat yang dipanggil KPK di Mapolresta Probolinggo mengaku tidak tahu.

"Saya belum tahu karena seharian berada di pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CASN dan Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru di Kabupaten Probolinggo," ucapnya berdalih.

Sebelumnya KPK memperpanjang masa penahanan 22 tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, di antaranya tersangka Bupati Probolinggo nonaktif PTS dan suaminya yang juga anggota DPR RI Hasan Aminuddin (HA) untuk 40 hari ke depan.

Plt Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan perpanjangan penahanan ini diperlukan oleh tim penyidik untuk terus melengkapi dan mengumpulkan berbagai alat bukti, di antaranya pemanggilan berbagai pihak terkait sebagai saksi dalam berkas perkara para tersangka.

Baca juga: Firli: Seleksi jabatan Pemkab Probolinggo harus disetujui suami bupati
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021