Seluruh korban tubrukan kapal kayu di Batam ditemukan

Seluruh korban tubrukan kapal kayu di Batam ditemukan

Tim mengevakuasi korban tubrukan kapal yang ditemukan nelayan di Perairan Bintan, Kepulauan Riau, Selasa. ANTARA/HO-Basarnas Tanjungpinang.

Batam (ANTARA) - Seluruh korban tubrukan kapal kayu yang terjadi di Perairan Batu Besar Nongsa Kota Batam Kepulauan Riau ditemukan setelah tim melakukan pencarian selama tiga hari sejak kejadian Ahad (26/9).

Kepala Basarnas Tanjungpinang sekaligus Kepala Seksi Ops dan Siaga Miswadi menyatakan dari tiga korban kecelakaan kapal itu, seorang ditemukan dalam kondisi selamat yaitu Adam (34). Sedang dua lainnya dalam kondisi meninggal yaitu Imran Nur Restu (29) dan Tendi Fauzan Bahri (20). Ketiganya warga Kecamatan Nongsa.

Korban terakhir, Tendi Fauzan ditemukan nelayan dalam kondisi meninggal di Perairan Lobam Tanjungubang Kabupaten Bintan, sekitar 9,76 NM dari lokasi kejadian kecelakaan, Selasa.

"Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Batam bersama Tim SAR Gabungan terima informasi dari Polair Polres Bintan mendapat laporan dari Nelayan Lobam Tanjung Uban telah menemukan jenazah mengapung di Perairan Lobam Tanjunguban Bintan," kata Miswadi.

Baca juga: Dua orang hilang dalam tabrakan kapal kayu di Batam

Baca juga: Dua orang hilang dalam kecelakaan kapal di Batam


Setelah dilaksanakan pemeriksaan, kemudian dibenarkan bahwa jenazah adalah korban tabrakan kapal Tendi Fauzan Bahri.

Korban langsung dievakuasi ke RSUD Engku Haji Daud Tanjung Uban, untuk diserahkan kepada pihak Kepolisian Ditpolair Polda Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri di Batam.

Sementara jenazah Imran Nur Restu (29) ditemukan di bibir pantai Nuvasa Bay Palm Spring lebih kurang 5 NM pada hari kedua pencarian, Senin (27/9).

Sedangkan satu korban lainnya atas nama Adam, diselamatkan KRI tidak lama setelah kejadian.*

Baca juga: KKP tradisikan jajar kehormatan untuk penjaga laut

Baca juga: Operator hentikan operasional kapal antarprovinsi di Batam
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021