BNPB: Seluruh elemen masyarakat terlibat penanggulangan bencana

BNPB: Seluruh elemen masyarakat terlibat penanggulangan bencana

Pelatihan Dasar Manajemen Bencana dan Pengendalian Operasi Pencarian dan Pertolongan bagi para relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) tingkat provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia melalui metode hybrid learning di Jakarta, Selasa (28/9/2021). ANTARA/HO-BNPB.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan seluruh elemen masyarakat perlu dilibatkan dalam penanggulangan bencana.

“Seluruh elemen masyarakat perlu diberdayakan dan dilibatkan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ke depan, kata dia, tantangan menghadapi berkaitan dengan manajemen bencana akan terus berguna, mengingat Indonesia masuk kawasan rawan bencana dengan dilalui dua lempeng aktif dan masuk zona cincin api.

Melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), BNPB memberikan pelatihan dasar manajemen bencana dan pengendalian operasi pencarian dan pertolongan bagi para relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) tingkat provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia melalui metode "hybrid learning".

Penyelenggaraan pelatihan itu juga melibatkan peran serta dan sinergi antara BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) serta Baguna PDIP.

Pelatihan diikuti para relawan selama empat hari tersebut, mulai Selasa (28/9) hingga Jumat (1/10). Acara pembukaan pelatihan dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri secara daring.

Baca juga: BNPB meningkatkan kapasitas fasilitator daerah

Menurut dia, selain dapat memupuk persatuan dan kesatuan, pelatihan dasar manajemen bencana tersebut juga penting karena meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan dalam penanggulangan bencana.

“Pelatihan ini sangat penting, karena bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap Baguna dalam penanggulangan bencana pada masa pandemi COVID-19,” katanya.

Ia mengatakan kondisi geografis diikuti dengan pertumbuhan penduduk mendorong perlunya seluruh komponen masyarakat dilibatkan dalam penanggulangan bencana.

"Tantangan penanggulangan bencana yang dihadapi bangsa Indonesia akan terus terjadi di masa depan. Indonesia berada di wilayah kawasan rawan bencana dan kondisi ini akan terus berulang di tengah pertumbuhan jumlah penduduk,” katanya.

Hingga saat ini, katanya, keberadaan relawan Baguna dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam kaitan penanggulangan bencana yang meliputi aspek sosialisasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan.

Baca juga: Pakar UGM: Pemerintah siapkan mitigasi bencana hidrometeorologi

Ia mengatakan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja melainkan perlu ada kolaborasi antarlintas komponen pentaheliks.

Ia berharap, pelatihan tersebut meningkatkan pengetahuan dan kapasitas para relawan Baguna sehingga menjadi agen penanggulangan bencana untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

"Saya sangat berharap seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti seluruh agenda pelatihan agar dapat meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan bencana pengendalian operasi dan mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ganip juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Ke-5 RI Megawati yang telah menginisiasi lahirnya BNPB dengan tiga fungsi, yakni komando, koordinator, dan pelaksana, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 24 Tahun 2007.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepedulian, peran dan inisiasi Ibu (Megawati Soekarnoputri, red.) dalam pembentukan undang-undang penanggulangan bencana sekaligus dalam pembentukan BNPB pada 2008,” ujarnya.

Baca juga: Puan minta pemerintah lakukan mitigasi potensi bencana
Baca juga: Megawati meminta kepala daerah PDIP siapkan peta jalan tanggap bencana


 
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021